Hanya Cuitan Trump yang Bisa Goncang Perekonomian Global... - Kompas.com

Hanya Cuitan Trump yang Bisa Goncang Perekonomian Global...

Kompas.com - 14/05/2018, 20:30 WIB
Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, mengenai agresi militer terhadap Suriah, Jumat (13/4/2018).AFP PHOTO/MANDEL NGAN Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, mengenai agresi militer terhadap Suriah, Jumat (13/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Cuitan Presiden Amerika Donald Trump dinilai memiliki dampak yang cukup besar terhadap kondisi perekonomian global.

Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean menjelaskan, ketika Trump menginisiasi kebijakan Pemerintah AS melaui tweet, hal itu menyebabkan pemain pasar menghitung kembali kemungkinan untung-rugi, sehingga mendorong terjadinya gejolak terhadap pasar global.

"Saya memperhatikan, begitu Donald Trump nge-tweet tentang Iran, (harga minyak) West Texas Intermediate langsung naik jadi 75 dollar AS per barel dan Brent 70 dollar AS per barel. Langsung muncul di Bloomberg wacana The Fed akan naikkan suku bunga hingga 4 kali, dan market turbulance," ujarnya kepada Kompas.com, Senin (14/5/2018).

Lebih lanjut Adrian menjelaskan, melalui twitter, Trump juga menggelitik ekpektasi pemain pasar yang bergerak di komoditas, aset finansial, obligasi, saham yang berujung pada ekspektasi keuntungan.

Sebagai negara yang menjadi kekuatan ekonomi dunia, tentu cuitan yang dihasilkan oleh Trump berimbas besar pada ekonomi global.

"Jadi ketika tweet datang dari presiden Amerika, volatilitas pasti akan terjadi," jelasnya.

Senada dengan Adrian, Analis senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambadha mengatakan setiap cuitan yang diutarakan oleh Trump menjadi sentilan tersendiri bagi pelaku pasar.

"Trump kalau bikin status di twitter ini kan jadi polemik. Ketika dia ngetweet terkait dengan China, atau dengan Korea Utara itu kan jadi sentilan tersendiri bagi pelaku pasar," ujarnya ketika dihubungi Kompas.com.


Namun menurutnya, dampak dari cuitan Trump di Indonesia cenderung bersifat tidak langsung.

"Imbasnya sebenarnya nggak langsung ke kita. Cuma karena pasar sudah khawatir duluan, maka investor ikut khawatir sehingga memengaruhi IHSG dan rupiah," ujar dia.

Komentar
Close Ads X