Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Riset: BPJS Kesehatan Cegah Orang Miskin Makin Miskin Gara-gara Sakit

Kompas.com - 16/05/2018, 15:44 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com
—Penelitian dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB Universitas Indonesia(LPEM FEB UI) pada 2017 mendapati, program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) menyelamatkan sekitar 1,16 juta orang dari kemiskinan.

"Logikanya, orang yang bukan peserta JKN-KIS harus bayar sendiri. Dengan JKN-KIS kan masyarakat tidak mampu kalau berobat tidak bayar," ujar peneliti senior LPEM FEB UI Teguh Dartanto di kantor pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Teguh mengatakan, orang cenderung berutang jika tak memiliki biaya untuk berobat dan tidak memiliki perlindungan asuransi. Karenanya, perekonomian orang itu akan semakin merosot.

"Sudah tidak punya uang, harus berutang pula. Nanti anaknya malah tidak sekolah, uangnya buat kebutuhan lain, dialihkan untuk kesehatan," ujar Teguh.

Baca juga: Tahun 2017, BPJS Kesehatan Kelola Iuran JKN-KIS Rp 74,25 Triliun

Menurut Teguh, utang untuk kebutuhan pengobatan bisa bernilai belasan juta rupiah.

Dengan data yang sama, kata Teguh, BPJS Kesehatan diperkirakan mencegah sekitar 15 juta orang untuk semakin miskin karena kebutuhan biaya pengobatan.

Sebab, iuran untuk penerima bantuan iuran yang dikucurkan dari APBN bisa menutupi biaya berobat kalangan masyarakat kurang mampu.

"Ketika dia sakit, dia tidak keluar biaya. Dengan adanya JKN-KIS manfaat yang diterima lebih besar daripada biaya iuran," kata Teguh.

Baca juga: Go-Jek Permudah Mitra Driver Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Selama 2017, BPJS Kesehatan mengelola iuran JKN-KIS sebesar Rp 74,25 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan iuran pada 2016 yang tercatat Rp 67,4 triliun.

Di samping bertambahnya pendapatan iuran, angka penerima bantuan iuran (PBI) pun meningkat. Pada 2017, penerima bantuan iuran sebanyak 92,3 juta jiwa, naik dari 91,1 juta pada 2016.

Adapun total dana yang disuntikkan dari APBN sebesar Rp 25,3 triliun untuk 2017, naik pula dari Rp 24,8 triliun pada 2016.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Airlangga: Tahun Politik Jadi Vitamin Buat Pemulihan Ekonomi 2023

Airlangga: Tahun Politik Jadi Vitamin Buat Pemulihan Ekonomi 2023

Whats New
Target Investasi Rp 1.400 Triliun, Bahlil Minta Bantuan DPR

Target Investasi Rp 1.400 Triliun, Bahlil Minta Bantuan DPR

Whats New
Bangkit, IHSG Awal Sesi Kembali Masuki Zona 6.900

Bangkit, IHSG Awal Sesi Kembali Masuki Zona 6.900

Whats New
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Harga Beras Mahal, Jokowi Instruksikan BUMN Pangan Tingkatkan Serapan

Harga Beras Mahal, Jokowi Instruksikan BUMN Pangan Tingkatkan Serapan

Whats New
Naik Rp 3.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Naik Rp 3.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Proyek Baterai Mobil Listrik dengan LG Terancam Mandek, Bos MIND ID Ungkap Penyebabnya

Proyek Baterai Mobil Listrik dengan LG Terancam Mandek, Bos MIND ID Ungkap Penyebabnya

Whats New
Pertumbuhan Ekonomi 2022 Capai 5,31 Persen, Tertinggi Selama 8 Tahun Jokowi Jabat Presiden

Pertumbuhan Ekonomi 2022 Capai 5,31 Persen, Tertinggi Selama 8 Tahun Jokowi Jabat Presiden

Whats New
Cara Bayar MRT Pakai DANA, Beli Tiket via Aplikasi MRT Jakarta

Cara Bayar MRT Pakai DANA, Beli Tiket via Aplikasi MRT Jakarta

Spend Smart
Kasus Manipulasi Saham Gautam Adani yang Jadi Sorotan Jokowi

Kasus Manipulasi Saham Gautam Adani yang Jadi Sorotan Jokowi

Whats New
Optimisme China Dorong Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen

Optimisme China Dorong Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen

Whats New
Minyakita Langka dan Mahal, Luhut Turun Tangan

Minyakita Langka dan Mahal, Luhut Turun Tangan

Whats New
IHSG Diproyeksi Masih Lesu, Cermati Saham-saham Ini

IHSG Diproyeksi Masih Lesu, Cermati Saham-saham Ini

Whats New
Investor Asing Catatkan Aksi Beli di Tengah Pelemahan IHSG, Ini Daftar Saham Paling Banyak Diborong

Investor Asing Catatkan Aksi Beli di Tengah Pelemahan IHSG, Ini Daftar Saham Paling Banyak Diborong

Whats New
[POPULER MONEY] Harta Gautam Adani Menguap Lebih dari Rp 850 Triliun dalam 2 Pekan | Ekspor CPO Dibekukan

[POPULER MONEY] Harta Gautam Adani Menguap Lebih dari Rp 850 Triliun dalam 2 Pekan | Ekspor CPO Dibekukan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+