BCA Minta Masyarakat Waspada Modus Penipuan Email Blokir Rekening

Kompas.com - 17/05/2018, 12:30 WIB
ilustrasi rupiah thikstockphotosilustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah nasabah PT Bank Central Asia Tbk ( BCA) menerima email yang seolah-olah memberitahukan bahwa rekeninhg mereka diblokir.

Terkait dengan hal itu, Sekretaris Perusahaan Bank Central Asia (BCA) Jan Hendra angkat bicara soal beredarnya surat pemberitahuan prmblokiran rekening melalui email. Ia membantah bahwa itu dikeluarkan resmi oleh BCA.

"Berkaitan dengan beredarnya surat pemberitahuan mengenai pemblokiran rekening karena data yang tidak valid dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan bukan dikeluarkan oleh PT Bank Central Asia Tbk," ujar Jan saat dikonfirmasi, Kamis (17/5/2018).

Jan menduga surat tersebut merupakan modus penipuan yang mengatasnamakan BCA. Dalam surat tersebut, nasabah diminta melakukan sejumlah lanhkah yang disebut bisa membuka blokir rekening mereka. Jam meminta nasabah wapada modus penipuan semacam itu.

"Waspadai modus penipuan atas nama Bca dengan tidak menginformasikan data pribadi nasabah, misalnya personal identification number (PIN) kepada pihak lain," kata Jan.

Saat ini, BCA tengah menginvestigasi modus penipuan tersebut. Ia berharap tak ada satupun nasabah yang menjadi korban. Jika menemukan permasalahan dengan rekening BCA, Jan meminta nasabah langsung menghubungi kontak resmi Halo BCA 1500888, twitter @halobca, web chat www. bca.co.id, atau kantor cabang BCA terdekat.

Sebelumnya, beredar screenshoot email yang ditujukan kepada nasabah. Di bagian kanan atas gambar terdapat logo BCA. adapun tulisan dalam surat itu berbunyi:

istimewa BCA



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Whats New
Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X