Kembangkan Bisnis Non-tiket dan "Mobile Payment", MRT Gandeng Goj-Jek

Kompas.com - 22/05/2018, 13:35 WIB
Rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta terparkir di Depo MRTJ, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2018). Direktur Utama MRTJ  William Sabandar menyatakan, hingga 25 April 2018 proses pembangunan MRT sudah mencapai 93,45 persen. Saat diskusi dengan media dia Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. WARTA KOTA/ALEX SUBANRangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta terparkir di Depo MRTJ, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2018). Direktur Utama MRTJ William Sabandar menyatakan, hingga 25 April 2018 proses pembangunan MRT sudah mencapai 93,45 persen. Saat diskusi dengan media dia Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta dan Go-Jek Indonesia menandatangani nota kesepahaman terkait studi pengembangan bisnis di luar tiket (non-farebox business) dan mobile payment untuk MRT Jakarta.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, William P. Sabandar dan Presiden Go-Jek Indonesia Andre Soelistyo pada Selasa (22/5/2018) di Jakarta.

William mengatakan, nota Kesepahaman ini dimaksudkan agar kedua belah pihak dapat menjajaki pengembangan bisnis di luar tiket (NFB) dan mobile payment untuk area stasiun dan depo MRT Jakarta. Termasuk gedung-gedung terkait yang berada di dalam, di antaranya, dan di sekitarnya.

"Kerja sama ini juga mendukung misi MRT Jakarta yaitu menghidupkan kembali lingkungan perkotaan melalui pengembangan kawasan transit perkotaan ternama (Rail and Transit Oriented Development). Dalam hal mobile payment untuk MRT Jakarta, semakin banyak platform pembayaran untuk penggunaan MRT Jakarta, maka akan semakin baik dan memudahkan pengguna bertransaksi dalam menggunakan MRT Jakarta,” ujar William dalam keterangan tertulis Selasa (22/5).

Baca juga: Soal Ekspansi ke Vietnam, Ini Kata Go-Jek

Nota kesepahaman ini mencakup beberapa hal. Pertama, menyiapkan konsep penyusunan basis implementasi studi pengembangan non-farebox business dan mobile payment di area sekitar stasiun dan depo Jakarta MRT Jakarta.

Kedua, melakukan studi penyusunan proof of concept integrasi mobile payment, dan melakukan sesi diskusi serta pemutakhiran pengetahuan tentang produk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengguna transportasi daring yang sudah menggunakan mobile payment dalam transaksinya tidak perlu menyiapkan kartu tiket MRT Jakarta secara terpisah.

Lebih jauh lagi, dapat dipertimbangkan sistem pembayaran yang terpaket antara biaya tiket MRT yang sudah mencakup sebagian biaya tiket moda transportasi lainnya. Sehingga pengguna dapat berpindah moda dengan efektif dan efisien, dan target penumpang 173.400 orang per hari dapat terlampaui.

Hingga 30 April 2018, kemajuan pekerjaan konstruksi MRT Jakarta secara keseluruhan telah mencapai 93,33 persen dengan rincian 90,45 persen untuk konstruksi layang dan 90,23 persen untuk konstruksi bawah tanah.

Seiring dengan penyelesaian pekerjaan konstruksi, PT MRT Jakarta juga menyiapkan aspek operasi dan pemeliharan untuk memenuhi target operasi pada Maret 2019, dimana saat ini kesiapan telah mencapai 50,86 persen yang meliputi aspek SDM dan institusi.

“Kerja sama ini menggabungkan kemampuan infrastruktur MRT dengan luasnya jangkauan Go-Jek demi meningkatkan hajat hidup jutaan penduduk Jakarta ke depan,” ujar Andre Soelistyo.

Saat ini Go-Jek Indonesia telah memiliki lebih dari 1 juta mitra pengemudi, dengan lebih dari 150.000 mitra usaha, dan 30.000 penyedia jasa di platform Go-Jek, yang menyediakan berbagai jenis jasa seperti transportasi, pengantaran makanan, kurir barang, jasa kebersihan, hingga keperluan pembayaran. Go-Jek menfasilitasi lebih dari 100 juta transaksi setiap bulannya. (Maizal Walfajri)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul MRT Jakarta gandeng Go-Jek kembangkan bisnis non tiket dan mobile payment


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.