KILAS EKONOMI

Mahasiswa Diajak Wujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia

Kompas.com - 30/05/2018, 19:04 WIB
Petani Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur mengawasi para mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Malang yang sedang menanam bibit padi, Rabu (23/5/2018). Alat mesin pertanian (Alsintan) yang digunakan para mahasiswa merupakan bantuan Kementerian Pertanian. KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDIPetani Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur mengawasi para mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Malang yang sedang menanam bibit padi, Rabu (23/5/2018). Alat mesin pertanian (Alsintan) yang digunakan para mahasiswa merupakan bantuan Kementerian Pertanian.

KOMPAS.com - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda berperan penting untuk mempercepat peningkatan produksi pertanian.

Langkah konkretnya, mahasiswa melakukan inovasi teknologi pertanian dan pendampingan petani.

Mahasiswa, imbuhnya, juga dibutuhkan untuk mengurai persoalan alih fungsi lahan, mengurangi kemiskinan, mengumpulkan data produksi yang akurat, hingga mengendalikan hama.

"Kementerian Pertanian melakukan revolusi mental dengan membangun sistem untuk percepatan peningkatan produksi. Target kami, Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045. Peran generasi muda sangat dibutuhkan," kata Amran saat Temu Generasi Pertanian bersama 221 mahasiswa dari 58 perguruan tinggi se-Indonesia dan 3 Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

(Baca: Ini Penopang Terwujudnya Indonesia Lumbung Pangan 2045)

Tak hanya itu, mahasiswa sektor pertanian juga bertanggung jawab untuk perderasan informasi terkait kinerja pemerintah.

Dengan begitu, masyarakat mengetahui kebijakan dan capaian pemerintah di sektor pertanian untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Ada pun kebijakan dan capaian Kementan dalam 4 tahun berjalan pemerintahan Jokowi-JK di antaranya keberhasilan swasembada beras, bawang, dan cabai sejak 2016 hingga 2017. Jagung pun dari 2017 hingga saat ini belum ada impor. Hingga saat ini pun, telah menindak tegas staf Kementan yang melakukan penyalahgunaan wewenang,” katanya.

Keterlibatan mahasiswa

Untuk mewujudnyatakan revolusi mental, Amran mengajak 92 perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Ikatan Senat Mahasiawa Pertanian Indonesia (ISMPI) yang mewakili 63 perguruan tinggi seluruh seluruh indonesia dan 100 peserta STTP yang berasal dari Bogor, Medan, dan Malang, untuk membentuk group komunikasi melalui aplikasi media sosial.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X