Rintis E-Commerce Produk Halal, PBNU Gandeng Perusahaan Singapura

Kompas.com - 05/06/2018, 12:09 WIB
Salah satu produk UKM binaan Semen Indonesia yang mendapatkan sertifikasi halal MUI. KOMPAS.com / HamzahSalah satu produk UKM binaan Semen Indonesia yang mendapatkan sertifikasi halal MUI.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama D&T36 Singapura telah menyepakati kerja sama untuk membuat dan mengembangkan e-commerce yang fokus pada penjualan produk-produk halal.

Kerja sama itu merupakan titik awal pelaksanaan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mulai diimplementasikan tahun 2019.

"PBNU merasa berkepentingan untuk aktif membangun kesadaran masyarakat bahwa sertifikasi halal memberi maslahat dalam peningkatan kualitas hidup sehat dan higienis," demikian isi keterangan tertulis dari PBNU kepada Kompas.com, Selasa (5/6/2018).

Penandatanganan kesepakatan kerja sama tersebut telah dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Said Aqil Siroj dan perwakilan D&T36 Singapura H Thomas di kantor pusat PBNU, Kamis (31/5/2018) lalu. Sebagai langkah lanjutan, PBNU bersama D&T36 akan membentuk badan usaha bersama.

Baca juga: Negara Mana yang Rajai Industri Halal Dunia?

Badan usaha bersama itu dibentuk dalam rangka pengembangan e-commerce berbasis produk halal yang sudah memenuhi standar dan tersertifikasi. Harapannya, setelah hal ini berjalan, produk halal dari e-commerce tersebut bisa meningkatkan daya saing sekaligus membuka pasar lebih luas, bahkan untuk ekspor.

Badan usaha bersama tersebut juga akan didirikan di Singapura dengan memanfaatkan jaringan dan infrastruktur bisnis yang telah mapan di sana. Badan usaha di Singapura juga berperan memberikan informasi bagi produsen di luar negeri mengenai proses sertifikasi halal di Indonesia serta jadi sarana promosi produk halal Indonesia di pasar internasional.

"Sistem e-commerce ini nantinya juga akan terintegrasi dengan proses sertifikasi halal dengan prosedur yang sederhana, mudah dilakukan namun tetap akuntabel secara syariah dan peraturan perundang-undangan," tambah keterangan dari PBNU.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir: BUMN Akan Buka 2.300 Lowongan Magang

Erick Thohir: BUMN Akan Buka 2.300 Lowongan Magang

Work Smart
[POPULER MONEY] Profil Lin Che Wei | Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian | MLFF Bakal Gantikan e-Toll

[POPULER MONEY] Profil Lin Che Wei | Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian | MLFF Bakal Gantikan e-Toll

Whats New
Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Whats New
Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Whats New
Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.