World Bank Sebut Daya Saing SDM Indonesia Masih Rendah

Kompas.com - 06/06/2018, 20:21 WIB
Pekerjaan konstruksi Tol Batang-Semarang, Sabtu (26/5/2018). Kompas.com / Dani PrabowoPekerjaan konstruksi Tol Batang-Semarang, Sabtu (26/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia menyebutkan daya saing sumber daya manusia ( SDM) di Indonesia masih di bawah negara-negara lain untuk kawasan yang sama.

Di satu sisi, tingkat partisipasi sekolah di Indonesia memang telah tumbuh signifikan namun belum bisa meningkatkan daya saing.

Kesimpulan itu disampaikan Bank Dunia dalam laporan kuartalnya pada Juni 2018.

"Walaupun angka partisipasi sekolah telah tumbuh secara signfikan, capaian pembelajaran siswa masih di bawah tingkat negara-negara lain di kawasan ini, sehingga mengurangi daya saing Indonesia dalam ekonomi global," kata ekonom utama untuk Bank Dunia di Indonesia, Frederico Gil Sander, melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Rabu (6/6/2018).

(Baca: Sri Mulyani Ungkap Mengapa Peringkat Daya Saing Indonesia Meningkat)

Sander menjelaskan, Bank Dunia menilai selama 15 tahun reformasi pendidikan di Indonesia berjalan, belum ada dampak yang efektif terhadap peningkatan hasil pendidikan dan modal manusianya.

Untuk memacu daya saing, dia menilai Indonesia perlu melakukan lebih banyak reformasi pendidikan.

Reformasi sangat mungkin terjadi karena sebagian besar guru akan pensiun. Dengan begitu, Indonesia berpeluang meningkatkan kompetensi tenaga pengajar dengan usia yang lebih muda.

"Hanya dengan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran, lulusan pendidikan menengah dan tinggi akan memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mencari pekerjaan di pasar tenaga kerja yang tengah berubah," tutur Sander.

(Baca: Genjot Daya Saing, Pendidikan Vokasi Wajib Dikembangkan)

Langkah konkret yang bisa dilakukan Indonesia terhadap sistem pendidikannya adalah memperbarui definisi serta menerapkan kualifikasi untuk guru.

Indonesia juga perlu melengkapi mekanisme pembiayaan pendidikan dengan lebih menargetkan pada transfer berbasis kinerja untuk sekolah dan daerah tertinggal.

Di samping itu, Bank Dunia berpendapat Indonesia perlu melakukan kampanye nasional untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap mutu pembelajaran murid.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X