Menhub: Padatnya Rest Area dan Proyek LRT jadi Penyebab Macet Tol Cikampek

Kompas.com - 14/06/2018, 15:10 WIB
Mengurai kepadatan lalu lintas, polisi melakukan contraflow di Km 37 hingga Km 66 Tol Jakarta-Cikampek pada Rabu (13/6/2018). KOMPAS.com/Farida FarhanMengurai kepadatan lalu lintas, polisi melakukan contraflow di Km 37 hingga Km 66 Tol Jakarta-Cikampek pada Rabu (13/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut kemacetan panjang di Cikampek diakibatkan padatnya rest area di sepanjang jalur mudik.

Terjadi antrean panjang untuk masuk ke dalam rest area yang sebenarnya sudah terisi penuh kendaraan. Namun, hal tersebur dapat dengan mudah diurai oleh Korps Lalu Lintas Polri.

"Pemudik polanya bukan hanya mudik, tapi ada keinginan berwisata. Banyak berhenti di rest area dan menimbulkan kemacetan," ujar Budi di Posko Mudik Lebaran Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (14/6/2018).

Budi mengatakan, kendaraan tidak stuck sama sekali, hanya terhambat sehingga lajunya pun melambat. Oleh karena itu, Kemenhub tidak mengeluarkan diskresi untuk kemacetan di Cikampek. Kepadatan tersebut juga diantisipasi Kemenhub menghadapi arus balik. Diprediksi puncak arus balik terjadi pada H+2 Lebaran.

"Dibutuhkan waktu tertentu untuk memasang ulang rambu dan akan diberikan ke Kakorlantas," kata Budi.

Hal senada disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal. Iqbal mengatakan, saat ini pihaknya berupaya menangani permasalahan rest area tersebut.

Di samping itu, masalah lain yang menurutnya sangat mempengaruhi kemacetan di tol Cikampek adalah pembangunan LRT sehingga ada penyempitan jalan.

"Kalau ada pembangunan LRT di satu titik pasti ada kemacetan. Alhamdulillah tadi malam sudah terurai," kata Iqbal.

Iqbal menyebut mudik tahun ini jauh leboh baik darj tahun-tahun sebelumnya. Kemacetan masih dalam ambang batas wajar, tidak sampei menghabiskan lebih dari satu hari lewat jalur darat. Bahkan, saat di awal masa mudik, Jakarta-Solo bisa ditempuh dengan waktu 11 jam.

"Kalau mudik kan suatu keniscayaan ramai. Beda dengan momentum biasa," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X