Bank Sentral dan BUMN Perlu Lakukan Intervensi dan "Buyback"

Kompas.com - 20/06/2018, 05:41 WIB
Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mengantisipasi anjloknya indeks saham dan nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (20/6/2018), Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah perlu berkoordinasi secara tepat.

Hal tersebut perlu dilakukan karena banyaknya sentimen negatif dari eksternal selama libur lebaran, seperti dilansir Kontan.co.id, Selasa (19/6/2018).

Beberapa sentimen tersebut di antaranya, kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), kembali memanasnya perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS), keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mencabut stimulus (quantitative easing), serta menanti hasil keputusan rapat Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada 22-23 Juni di Wina yang cenderung bakal memangkas produksi minyak.

(Baca: Pasar Khawatirkan Perang Dagang, Pasar Saham AS Ditutup Variatif)

Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan, gangguan pasar keuangan di eksternal cukup kuat.

Bahkan di pasar spot global rupiah sudah tembus ke level Rp 14.100 per dolar AS, menurut data Reuters.

"Memang kita bisa dianggap telat, jadi potensi koreksinya bisa cukup dalam dan bisa dikhawatirkan. Untuk itu, BI dan semuanya dalam hal ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus stand by," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak cuma itu, Lana menyarankan agar pemerintah dan BI untuk melakukan koordinasi buyback untuk menahan harga saham.

(Baca: Ekonomi Indonesia Baik, Bank Indonesia Fokus Hadapi Faktor Eksternal)

Hal ini untuk mengantisipasi risiko jika harga saham anjlok pada perdagangan Rabu (20/6/2018), maka intervensi bisa dilakukan baik dari sisi pemerintah maupun Bank Sentral.

Halaman:


Sumber KONTAN
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.