Dollar AS Bakal Terus Menguat Hingga Akhir Tahun Ini - Kompas.com

Dollar AS Bakal Terus Menguat Hingga Akhir Tahun Ini

Kompas.com - 22/06/2018, 10:53 WIB
Ilustrasi rupiahThinkstockphotos.com/ThamKC Ilustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia memperkirakan nilai mata uang dollar AS akan terus menguat dan menimbulkan tekanan terhadap mata uang negara-negara lain termasuk nilai tukar rupiah hingga akhir 2018.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan meskipun tekanan dollar AS atau "Greenback" akan membayangi nilai mata uang "Garuda" sepanjang tahun ini, Bank Sentral akan menjaga nilai Rupiah tidak melemah ke level yang jauh dari nilai fundamentalnya.

Dody menjelaskan penyebab tekanan terhadap Rupiah dalam beberapa hari terakhir ini adalah perbaikan data ekonomi AS, semakin sengitnya perang dagang antara AS dan China, isu stabilitas geopolitik, serta eskpetasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Federal Reserve sebanyak 3 hingga 4 kali tahun ini.

"BI sudah kalkulasi kemungkinan dollar AS masih akan menguat terhadap mata uang negara lain hingga akhir 2018," ujar Dody seperti dilansir Antara, Jumat (22/6/2018).

(Baca: Rupiah Melemah Pasca-Libur Lebaran, Ini Kata Menko Darmin)

Adapun sejak pembukaan perdagangan Rabu (20/62018) dan Kamis (21/6/2018), usai libur panjang pasar karena Idul Fitri, nilai Rupiah menunjukkan pelemahan.

Namun, dalam transaksi antar-bank Jumat (22/6/2018) pagi ini, rupiah menunjukkan apresiasi tipis menjadi Rp 14.100 per dollar AS dibandingkan pada posisi sebelumnya Rp 14.102 per dolar AS.

Kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) yang diumumkan BI, Kamis kemarin, mencatat rupiah depresiatif hingga Rp 14.090 per dollar AS, atau turun 188 poin dibanding saat hari terakhir sebelum libur Idul Fitri yakni Rp 13.902 per dolar AS.

Dody mengatakan Bank Sentral terus menjaga agar kepercayaan investor terhadap aset rupiah tetap positif.

(Baca: Ekonomi Indonesia Baik, Bank Sentral Fokus Hadapi Faktor Eksternal)

"Atau seandainya Rupiah melemah dapat terjadi secara wajar, tidak overshooting jauh dari nilai fundamentalnya," ujar dia.

Selain itu, Bank Sentral memiliki sejumlah strategi lanjutan yakni:

1. Menerapkan fokus kebijakan jangka pendek untuk memperkuat stabilitas ekonomi, khususnya stabilitas nilai tukar Rupiah.

2. Bank Indonesia akan menempuh kebijakan lanjutan yang bersifat antisipatif dan mendahului dibanding tekanan yang akan timbul. Kebijakan lanjutan tersebut dapat berupa kenaikan suku bunga yg disertai dg relaksasi kebijakan pelonggaran kebijakan pinjaman utk mendorong sektor perumahan, ( Loan to Value/LTV).

3. Bank Indonesia juga akan melanjutkan kebijakan intervensi ganda di pasar SBN dan valas serta menjaga likuiditas longgar.

4. Bank Sentral akan menerapkan komunikasi yang intensif serta mempererat koordinasi BI, Pemerintah, dan OJK.



Close Ads X