Menhub Sebut KM Sinar Bangun Angkut Motor Melebihi Kapasitas

Kompas.com - 25/06/2018, 08:32 WIB
Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018). Pada hari keempat pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun, tim SAR gabungan belum menemukan bangkai kapal dan korban yang hilang,  diduga kapal mengangkut sekitar 193 penumpang berdasarkan laporan yang masuk dari masyrakat. ANTARA FOTO/IRSAN MULYADITim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018). Pada hari keempat pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun, tim SAR gabungan belum menemukan bangkai kapal dan korban yang hilang, diduga kapal mengangkut sekitar 193 penumpang berdasarkan laporan yang masuk dari masyrakat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi menyebutkan bahwa Kapal Mesin (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Senin pekan lalu, mengangkut motor melebihi kapasitas

Setidaknya ada 70 motor di dalam kapal tersebut. Adapun informasi itu didapatkan Budi Karya dari wawancaranya dengan nahkoda yang selamat.

"Tadi saya dapat berita yang menyatakan jumlah motor di dalam kapal itu ada 70, menurut nahkoda dalam wawancara. Menurut saya, angka itu relatif lebih akurat karena nahkoda terima duit. Itu logika saya," kata Budi Karya di Cikarang, Minggu (24/6/2018).

Menurut Budi, informasi yang dia peroleh dari nahkoda tersebut dapat dipercaya sebab dia memperoleh bayaran saat berada di atas kapal.

Baca juga: Luhut Ungkap Beberapa Faktor Penyebab Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Di sisi lain, nahkoda KM Sinar Bangun juga mengaku menyalahi prosedur sebab pada dasarnya kapal tersebut hanya mampu mengangkut 20 unit motor.

"Berdasarkan sertifikat rasanya enggak sampai 70. Dari yang saya ingat orangnya itu ada 43, jadi maksimal paling 20 motor," sebut Budi Karya.

Sementara itu, terkait manifes penumpang kapal tersebut, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyampaikan kerap tidak konsisten.

Tak diketahui secara pasti berapa jumlah penumpang KM Sinar Bangun.

"Enggak konsisten itu. Kadang-kadang ada, kadang-kadang enggak, tergantung operator (perusahaan kapal)," ucapnya.

Baca juga: Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

Kompas TV Saat ini kepolisian masih memeriksa beberapa saksi termasuk pihak instansi Dinas Perhubungan setempat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X