Raih Ijazah Paket C, Susi Mengaku Susah Ingat Pelajaran Lama dan Kepala Sudah "Karatan"

Kompas.com - 18/07/2018, 08:30 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menari bersama seusai meresmikan Pandu Laut Nusantara di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (15/7). Pandu Laut Nusantara merupakan organisasi berbasis komunitas yang berupaya melindungi laut dengan bekerjasama dengan masyarakat sekitar dan para pemangku kepentingan perikanan. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww/18.Dhemas Reviyanto Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menari bersama seusai meresmikan Pandu Laut Nusantara di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (15/7). Pandu Laut Nusantara merupakan organisasi berbasis komunitas yang berupaya melindungi laut dengan bekerjasama dengan masyarakat sekitar dan para pemangku kepentingan perikanan. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww/18.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah mendapatkan ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) setelah lulus ujian paket C beberapa waktu lalu.

Susi pun membeberkan cerita dibalik ujian paket C yang dilakukannya di PKBM Bina Pandu Mandiri, Ciamis Jawa Barat pada Mei 2018 silam.

Dia mengaku bahwa sebenarnya telah ingin ikut ujian tersebut sejak tiga tahun lalu. Namun, dirinya selalu berhalangan untuk bisa merealisasikannya.

"Itu sudah tiga tahun. Dulu rencana mau (buat) iklan Depdikbud, waktu menterinya Pak Anies," ucap Susi di kantornya, Selasa (17/7/2018).

Baca: Raih Ijazah Paket C, Susi Jadi Lulusan Terbaik dari 569 Peserta Ujian

Susi menambahkan, Anies Baswedan kala itu menawarinya ikut ujian paket C sekaligus sebagai iklan Depdikbud agar orang-orang mau menempuh ujian tersebut.

Pada saat itu, Susi mengaku malu meskipun tertarik atas penawaran Anies tersebut. Namun, Anies meyakinkannya untuk menjadi pelopor ujian paket C.

"Kata Pak Anies waktu itu kalau saya yang mulai, orang lain enggak akan malu ikut ujiannya. Tapi, waktu tahun pertama itu saya sedang ke luar negeri, tahun kedua juga tidak bisa. Nah, kebetulan kemarin saya pulang, ada waktu dan Pak Muhadjir mengaktifkan kembali nomornya, jadi saya ambil, kasih contoh saja," ungkap Susi.

Susi pun menyatakan hampir tidak ada kendala dalam proses ujian tersebut. Namun, dia mengaku sedikit mengalami kesulitan kerena harus mengingat pelajaran-pelajaran lama.

"Tidak ada ya kendalanya, cuma yah susah ingat-ingat pelajaran lama. Sudah karatan kepalanya," pungkasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X