Belajar dari Kasus RupiahPlus, Asosiasi Fintech Susun SOP Penagihan

Kompas.com - 26/07/2018, 06:41 WIB
Ilustrasi Fintech thinkstockphotosIlustrasi Fintech

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) tengah mempersiapkan standar prosedur operasional (standard operational procedures/SOP) penagihan perusahaan fintech lending kepada debitur. SOP ini akan menjadi rujukan perusahaan fintech lending.

Direktur Kebijakan Publik Aftech M Ajisatria Sulaeman berharap, melalui SOP penagihan tersebut bisa menjadi standar terbaik dalam mendukung industri fintech lending di Indonesia.

Selain itu, adanya prosedur penagihan ini juga mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terutama mendorong program literasi dan inklusi keuangan.

“Harapannya bisa menjadi standar praktek penagihan terbaik untuk industri dengan dukungan OJK,” kata Aji kepada Kontan.co.id, Rabu (25/7).

Aji memperkirakan prosedur penagihan ini bisa rampung sekitar dua hingga tiga minggu ke depan. Saat ini proses perumusannya sudah rampung sekitar 75 persen dan sedang dikerjakan oleh tim khusus asosiasi.

Adapun prosedur penagihan ini sengaja dipersiapkan, karena kode etik fintech lending belum membahas standar dan mekanisme penagihan secara rinci. Kode etik yang ada, hanya mengulas prosedur penagihan pinjaman gagal bayar, kemudian penggunaan pihak ketiga dalam penagihan dan larangan penggunaan kekerasan fisik dan mental saat menagih.

“Di kode etik nanti, akan ada petunjuk teknis untuk masing-masing topik, misalnya SOP penagihan, tata cara penyampain tingkat suku bunga kepada peminjam dan lainnya,” pungkas Aji.

Petimbangan membuat tata cara penagihan ini, bermula dari kasus RupiahPlus. Perusahaan pembiayaan kredit online ini mengaku bersalah karena melanggar prosedur penagihan yang cenderung merugikan debitur. Semisal, menagih dengan mengakses kontak di luar kontak yang sudah didaftarkan peminjam, selain itu juga melakukan ancaman dan makian ke debitur.

Sebelumnya di media sosial sempat diramaikan keluhan masyarakat mengenai cara penagihan agen RupiahPlus yang menyasar kontak di ponsel peminjam ketika terjadi keterlambatan atau gagal bayar.

Bahkan ada pula masyarakat yang dihubungi agen RupiahPlus dan diminta untuk melunasi utang peminjam yang sebenarnya tidak ada hubungan dengan mereka.

Terhadap masalah ini, Manajemen perusahaan financial technology (fintech) RupiahPlus telah mengambil tindakan bagi karyawannya yang telah melakukan penagihan tak sesuai prosedur.

Direktur RupiahPlus Bimo Adhiprabowo menyatakan tindakan penagihan itu dilakukan oleh tim collection. Beberapa orang di dalamnya pun telah diputus masa kerjanya.

"Tim collection itu ada 100 orang dan sekitar lima sampai enam orang sudah di-terminated dan investigasi masih on going," kata Bimo saat jumpa pers di Jakarta, Senin (2/7/2018).(Ferrika Sari)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Gara-gara kasus Rupiah Plus, asosiasi fintech siapkan SOP penagihan



Sumber KONTAN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X