Menyimak Kisruh di Tubuh Tiga Pilar Sejahtera

Kompas.com - 31/07/2018, 12:07 WIB
Konferensi pers yang diselenggarakan oleh direksi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (25/7/2017). Turut hadir Juru Bicara PT Indo Beras Unggul (anak usaha PT TPS Food) Jo Tjong Seng (kedua dari kanan). KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA Konferensi pers yang diselenggarakan oleh direksi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (25/7/2017). Turut hadir Juru Bicara PT Indo Beras Unggul (anak usaha PT TPS Food) Jo Tjong Seng (kedua dari kanan).

JAKARTA, KOMPAS.com - Drama dalam tubuh PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) belum berakhir. Bahkan, drama berlanjut ke babak berikutnya, saling klaim pucuk pimpinan perusahaan.

Bos AISA Stefanus Joko Mogoginta, menyebutkan, hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jumat lalu, belum sah, termasuk pencopotan posisinya sebagai Direktur Utama AISA. Sebab, ada unsur tekanan dan pengambilan keputusan secara sepihak dalam pergantian dewan direksi.

"Kembali saya tegaskan, tidak ada pergantian direksi yang terjadi," ujar Joko dalam keterangan resmi, Senin (30/7/2018).

Alhasil, operasional perusahaan tetap berjalan seperti biasa dengan susunan direksi yang sama. Bahkan, Joko bilang, pihaknya sedang memproses masuknya investor baru untuk mengembalikan bisnis AISA pada jalurnya.

Baca juga: Hentikan Bisnis Beras, PT Tiga Pilar PHK 1.700 Karyawan

Ini berbeda dengan salinan hasil RUPST yang diperoleh KONTAN. Dalam salinan itu tertulis, RUPST berakhir dengan keputusan pergantian dewan direksi. Pemimpin rapat sebelumnya sempat mengusulkan secara langsung rencana pergantian direksi. Cuma, usulan tersebut tidak disetujui dengan suara bulat.

Oleh karena itu, voting akhirnya dilakukan dalam RUPST. Hal ini sesuai Pasal 87 UUPT dan Pasal 25 ayat 2 dan 3 POJK 32/2014. Berdasarkan POJK No 32/2014, suara abstain akan dimasukkan ke suara terbanyak. Hasilnya, lebih dari setengah jumlah suara menyetujui pergantian direksi AISA.

Jumat lalu, Komisaris AISA Anton Apriyantono mengatakan, hasil perhitungan (voting) itu kurang valid. Sebab, banyak suara yang tidak dihitung, lantaran banyak peserta rapat, termasuk Joko yang walkout. Dus, putusan hasil RUPST, terutama menyangkut pergantian direksi diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan ( OJK).

Menurut Joko, dokumen RUPST tersebut sudah diserahkan ke OJK. "Kami menunggu keputusan OJK sesuai dengan yang diputuskan ketua rapat," imbuhnya.

Tapi, terkait penyerahan dokumen hasil RUPST kepada OJK, Anton  mengaku tidak mengetahuinya. Sebab, menurut dia, penyerahan itu merupakan urusan notaris yang bertugas saat RUPST.

Sebagai catatan, seusai walkout dari RUPST, Jumat lalu, Joko, Anton dan beberapa  petinggi AISA mengadakan konferensi pers di lokasi yang berbeda dengan lokasi RUPST. Acara itu baru tuntas selepas pukul 21.00. Waktu selesainya RUPST juga tak terpaut jauh.

Artinya, kubu Joko hanya memiliki waktu untuk menyerahkan dokumen pada malam harinya atau kemarin. Kecuali, jika OJK membuka operasional penerimaan dokumen pada Sabtu dan Minggu.

Baca juga: Ini Penjelasan Luhut Terkait Kisruh Penamaan Pulau oleh Asing

Dipanggil OJK

Terkait kisruh di tubuh AISA, terdapatinformasi bahwa OJK telah memanggil dewan komisaris dan direksi perusahaan pada Senin (30/7/2018). Namun, dalam pantauan hingga Senin sore di Gedung OJK, KONTAN tidak bertemu dengan petinggi AISA.

Resepsionis OJK menyatakan, tidak ada kehadiran manajemen AISA hingga pukul 16.00 WIB. Padahal, direksi dan komisaris dijadwalkan kedatangannya di OJK mulai pukul 09.00 WIB.

Kabar pemanggilan ini ditampik oleh Anton. Dia menyatakan, OJK tidak memanggil dirinya. "Tidak ada pemanggilan ke saya," kata Anton, Senin (30/7/2018).

Namun, menurut sumber yang mengetahui pemanggilan AISA, kemarin, ada komisaris AISA yang hadir menyambangi OJK. OJK juga dikabarkan sudah memanggil Joko Mogoginta. Namun  Joko tidak memenuhi panggilan itu.

Kabarnya, saat di OJK, komisaris AISA hanya diminta menjelaskan secara formalitas terkait proses dan hasil RUPST. Sayang, hingga berita ini diturunkan, OJK belum bersedia memberikan penjelasan terkait detail ihwal alasan hingga hasil pemanggilan manajemen AISA tersebut.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi serius kisruh yang terjadi di AISA. Otoritas bursa sudah meminta penjelasan kepada AISA terkait beberapa hal termasuk pelaksanaan RUPST.

"Kami juga meminta perusahaan untuk hadir dalam hearing yang akan dilakukan dengan bursa," kata I Gede Nyoman Yetna, Direktur BEI, kemarin. (Dityasa H Forddanta, Elisabet Lisa Listiani Putri, Yoliawan H)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Saling klaim di tubuh Tiga Pilar (AISA)

 


Sumber

Terkini Lainnya

Tahun Ini, PLN Bidik Penjualan Listrik 245 Terawatt

Tahun Ini, PLN Bidik Penjualan Listrik 245 Terawatt

Whats New
 Dirut Krakatau Steel Mengaku Tak Kenal dengan Swasta yang Ditangkap KPK

Dirut Krakatau Steel Mengaku Tak Kenal dengan Swasta yang Ditangkap KPK

Whats New
Salah Satu Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Tunjuk PLT

Salah Satu Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Tunjuk PLT

Whats New
Daftar 100 Saham Anggota Indeks KOMPAS100

Daftar 100 Saham Anggota Indeks KOMPAS100

Whats New
Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Pastikan Kinerja Perusahaan Tak Terpengaruh

Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Pastikan Kinerja Perusahaan Tak Terpengaruh

Whats New
Impor Bawang Putih 100.000 Ton dari China, Bulog Siapkan Rp 500 Miliar

Impor Bawang Putih 100.000 Ton dari China, Bulog Siapkan Rp 500 Miliar

Whats New
Inspirasi Usaha: Warjak, Jadi Juragan Warung Nasi Tanpa Repot

Inspirasi Usaha: Warjak, Jadi Juragan Warung Nasi Tanpa Repot

Work Smart
Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Menyiapkan Anggaran Pernikahan

Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Menyiapkan Anggaran Pernikahan

Earn Smart
Sempet Mengamen, Sendi Kini Jadi Bos Kosmetik Beromzet Miliaran Rupiah

Sempet Mengamen, Sendi Kini Jadi Bos Kosmetik Beromzet Miliaran Rupiah

Work Smart
Akibat Tragedi 737 Max 8, Nilai Pasar Boeing Lenyap 40 Miliar Dollar AS

Akibat Tragedi 737 Max 8, Nilai Pasar Boeing Lenyap 40 Miliar Dollar AS

Whats New
Punya Potensi Besar, Industri Keramik Jadi Sektor Unggulan Indonesia

Punya Potensi Besar, Industri Keramik Jadi Sektor Unggulan Indonesia

Whats New
Awal Mei, Masyarakat Sudah Bisa Nikmati Tol Pandaan-Malang Seksi 1-3

Awal Mei, Masyarakat Sudah Bisa Nikmati Tol Pandaan-Malang Seksi 1-3

Whats New
Dirut Krakatau Steel soal OTT KPK: Aman Dong, Saya Kan Tukang Benah-benah...

Dirut Krakatau Steel soal OTT KPK: Aman Dong, Saya Kan Tukang Benah-benah...

Whats New
Hadapi Era Disrupsi, BNI Syariah Siapkan Digitalisasi Ekosistem Halal

Hadapi Era Disrupsi, BNI Syariah Siapkan Digitalisasi Ekosistem Halal

Rilis
Tak Ingin Jago 'Kandang', Sehati TeleCT Sasar Tiga Benua Pasarkan Produk

Tak Ingin Jago "Kandang", Sehati TeleCT Sasar Tiga Benua Pasarkan Produk

Whats New

Close Ads X