Jonan: Banyak Sekali Saudara Kita hingga 73 Tahun Indonesia Merdeka Belum Menikmati Listrik

Kompas.com - 18/08/2018, 15:12 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat menghadiri halal bihalal di gedung Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (22/6/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat menghadiri halal bihalal di gedung Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (22/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menargetkan adanya peningkatan rasio elektrifikasi menjadi 99,99 persen pada 2019 mendatang.

Menurut dia, masih banyak rakyat Indonesia yang sudah puluhan tahun merdeka, namun belum menikmati listrik.

"Banyak dari kita-kita yang telah menikmati fasilitas dari negara, disekolahkan oleh negara di SD-SD Negeri, disubsidi oleh uang rakyat sampai sarjana, malah tidak puas, disekolahkan lagi sampai ke jenjang paling tinggi oleh negara juga, dan dia tidak berkontribusi pada rakyat. Saya kira dosanya besar sekali, karena banyak sekali dari saudara-saudara kita hingga 73 tahun Indonesia merdeka belum menikmati layanan listrik," kata dia seperti dikutip Kompas.com dari situs resmi Kementerian ESDM, Sabtu (18/8/2018).

Target itu sendiri di atas apa yang sudah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Di dalam RPJMN tersebut, target rasio elektrifikasi pada akhir 2019 adalah sebesar 97,5 persen.

Baca juga: Sebelum Ada Listrik dari PLN, Saya Pakai Lampu Minyak...

"Saya sudah bicara dengan Dirjen Ketenagalistrikan dan juga PLN, saya katakan saya sangat tidak puas kalau di akhir masa pemerintahan ini, di akhir masa tugas saya itu rasio elektrifikasi mencapai 97,5 persen. Insya Allah akhir tahun depan itu mudah-mudahan bisa mencapai 99,99 persen," jelas Jonan.

Adapun hingga semester I 2018, rasio elektrifikasi yang telah diraih oleh Kementerian ESDM adalah 97,13 persen. Jonan menjelaskan bahwa masih ada 2,87 persen masyarakat di Indonesia belum teraliri listrik dan itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk segera diselesaikan.

"Jumlah 2,87 persen itu setara dengan enam juta masyarakat kita yang belum pernah menikmati layanan listrik," sebut mantan Dirut PT KAI tersebut.

Saat ini wilayah yang belum teraliri listrik oleh PLN sebagian besar adalah daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dengan Provinsi Papua sebagai wilayah terbanyak.

Jonan menyatakan, rasio elektrifikasi di Papua saat ini hanya 72,04 persen, di bawah rata-rata rasio nasional yang mencapai 97,13 persen. Wilayah lainnya yang rasio elektrifikasinya masih rendah adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni hanya 60,82 persen.

Berkaca dari hal tersebut, maka Jonan meminta seluruh aparatur negara yang diberikan tanggung jawab untuk memberikan fasilitas listrik agar segera merealisasikannya, bukan justru berdiam diri.

Kompas TV Dalam sehari warga hanya bisa menikmati listrik dari sebuah genset milik warga itupun selama 4 jam



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Meningkat di Tengah Pandemi, Kekayaan Global Tembus 400 Triliun Dollar AS

Whats New
Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Earn Smart
2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

2 Dirut BUMN PT PAL Berturut-turut Tersandung Korupsi

Whats New
Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

Smartpreneur
Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Sudah Lewat Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III Sentuh Rp 209 Triliun

Whats New
Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Presiden Ingin Ada Solusi atas Kelambanan Pengembangan Industri Turunan Batu Bara

Whats New
Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Sri Mulyani: Dari Rp 120,6 Triliun, Realisasi Insentif Pajak di Bawah Rp 30 Triliun

Whats New
Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Whats New
Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Whats New
Kelistrikan Sulbar dan Sulteng Tersambung, PLN Hemat Rp 137,8 Miliar

Kelistrikan Sulbar dan Sulteng Tersambung, PLN Hemat Rp 137,8 Miliar

Whats New
Sistem Kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah Akhirnya Tersambung

Sistem Kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah Akhirnya Tersambung

Whats New
Airport Tax Dihapus, AP II: Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Airport Tax Dihapus, AP II: Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Whats New
Kolaborasi Lintas Sektoral, Kunci Memaksimalkan Manfaat Kartu Prakerja

Kolaborasi Lintas Sektoral, Kunci Memaksimalkan Manfaat Kartu Prakerja

BrandzView
Pemerintah Wajibkan Kementerian dan Lembaga Belanja Produk UMKM

Pemerintah Wajibkan Kementerian dan Lembaga Belanja Produk UMKM

Whats New
Mau Tukar Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Tukar Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X