Mantan Menkeu Chatib Basri Jadi Penasihat Fintech Modalku

Kompas.com - 29/08/2018, 17:08 WIB
Ekonom dan mantan Menteri Keuangan Chatib Basri (kiri) beserta CEO dan Co-founder Modalku Reynold Wijaya. Chatib ditetapkan sebagai penasihat Modalku. Dok. ModalkuEkonom dan mantan Menteri Keuangan Chatib Basri (kiri) beserta CEO dan Co-founder Modalku Reynold Wijaya. Chatib ditetapkan sebagai penasihat Modalku.

JAKARTA, KOMPAS.com - Modalku mengumumkan pengangkatan ekonom dan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Muhamad Chatib Basri sebagai penasihat bagi perusahaan rintisan (startup) peer-to-peer (P2P) lending tersebut.

Chatib mengatakan, bersama Modalku, dirinya ingin memberikan kontirbusi positif di bidang teknologi untuk mendukung inklusi keuangan demi kesejahteraan masyarakat.

"Industri P2P lending memberikan akses pembiayaan bagi UMKM yang belum sepenuhnya terlayani oleh institusi keuangan formal. Oleh karena itu, platform Modalku menjadi salah satu wadah yang berpotensi memacu pertumbuhan ekonomi di Indonesia," ujar Chatib dalam keterangan resmi, Rabu (29/8/2018).

Melalui pangsa pasar baru, imbuh Chatib, kerja sama P2P lending dengan institusi finansial lainnya dapat mewujudkan ekosistem keuangan digital yang lebih baik.

Sementara itu, Co-Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya mengungkapkan, penetapan ini menjadi langkah selanjutnya dalam kolaborasi kedua pihak. Dirinya percaya dengan kehadiran Chatib akan mendorong untuk mewujudkan visi dan misi Modalku.

“Dari awal Modalku berdiri, beliau mempercayai visi kami dan mendorong agar Modalku mencapai potensinya," imbuh Reynold.

Sejak berdiri, Modalku telah meraih Pendanaan Seri A dan Seri B terbesar bagi platform P2P lending di Asia Tenggara, masing-masing sebesar Rp 100 miliar dan Rp 350 miliar. Di Asia Tenggara, Modalku beroperasi di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, Modalku melayani wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.

Adapun selain pernah menjabat sebagai Menkeu, Chatib merupakan salah satu anggota World Bank Advisory Council on Gender and Development. Sebelumnya, dirinya adalah anggota dari the Asia Pacific Regional Advisory Group of the International Monetary Fund (IMF) dan menjadi Ash Centre Senior Fellow di Universitas Harvard (2015-2016).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X