AirNav Buka Bandara Palu untuk Pesawat Hercules dan ATR

Kompas.com - 29/09/2018, 13:05 WIB
Prajurit TNI Angkatan Udara melakukan persiapan melanjutkan perjalanan membawa bantuan kemanusian untuk pengungsi Rohingya bantuan Pemerintah Indonesia dengan menggunakan pesawat Hercules C-130 setelah pengisian bahan bakar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, Kamis (14/9). Empat unit pesawat Hercules yang terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma pada 13 September 2017 kembali melanjutkan perjalanan menuju Bandara Chittagong Bangladesh untuk membawa bantuan beras, gula, tenda darurat, selimut, alat kebutuhan keluarga dan tangki air. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww/17. IRWANSYAH PUTRAPrajurit TNI Angkatan Udara melakukan persiapan melanjutkan perjalanan membawa bantuan kemanusian untuk pengungsi Rohingya bantuan Pemerintah Indonesia dengan menggunakan pesawat Hercules C-130 setelah pengisian bahan bakar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, Kamis (14/9). Empat unit pesawat Hercules yang terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma pada 13 September 2017 kembali melanjutkan perjalanan menuju Bandara Chittagong Bangladesh untuk membawa bantuan beras, gula, tenda darurat, selimut, alat kebutuhan keluarga dan tangki air. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - AirNav Indonesia mengonfirmasi bahwa penerbangan di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu telah dibuka kembali. Sebelumnya, operasional bandara tersebut ditutup pasca-gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Sulawesi Tengah dan sekitarnya pada Jumat (28/9/2018).

"AirNav Indonesia telah menerbitkan Notam terbaru yang membuka kembali penerbangan di Bandara Mutiara SiS Al-Jufri, Palu. Pembukaan bandara ini bersifat khusus hanya untuk emergency, SAR dan kemanusiaan," kata Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto dalam pernyataan resminya, Sabtu (29/9/2018).

Airnav juga menyatakan bahwa runway Bandara Mutiara Sis Al-Jufri yang bisa digunakan hanya sepanjang 2.000 meter dari total 2.250 meter.

Pasalnya, 250 meter sisanya mengalami keretakan cukup parah akibat guncangan gempa kemarin.

"Itu artinya untuk pesawat Hercules dan ATR masih aman untuk dapat mendarat di runway tersebut. Layanan navigasi penerbangan yang kami berikan dapat berjalan dengan baik,” imbuh Novie.

Adapun layanan navigasi dilakukan dengan prosedur VFR atau Visual Flight Rules.

Di sisi lain, Novie juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengirim personel tambahan untuk memberikan layanan navigasi penerbangan di Palu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

AirNav Indonesia, kata Novie, telah memberangkatkan personel dari Kantor Cabang Makassar keperluan tersebut. Personel yang diberangkatkan adalah sebanyak 11 orang yang terdiri dari lima personel ATC, empat ersonel teknik telekomunikasi, satu personel teknik listrik, dan satu personel ARO. Tim dari Makassar juga membawa genset dan bahan bakar.

"Mereka yang dikirim kami utamakan yang familiar dan pernah berdinas di Bandara Palu. Selain itu, beberapa peralatan seperti mobile tower dan genset juga kami kirimkan agar layanan navigasi penerbangan dapat diberikan secara optimal dan arus bantuan kemanusiaan dapat berjalan berjalan dengan lancar,” pungkas Novie.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.