Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BKPM Koordinasikan Bantuan Internasional untuk Gempa Palu-Donggala

Kompas.com - 02/10/2018, 10:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong membuka penerimaan bantuan dari pihak internasional untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan Thomas dalam cuitannya di Twitter @tomlembong pada Senin (1/10/2018). Dalam cuitannya yang ditulis dalam bahasa Inggris tersebut, Thomas menyatakan bahwa keputusan untuk menerima bantuan dari pihak internasional datang dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kemarin malam, Presiden @jokowi memberikan izin kepada kami untuk menerima bantuan internasional sebagai bentuk tanggap darurat pasca-bencana. Saya membantu untuk mengkoordinasikan bantuan dari sektor swasta dunia," tulis Thomas seperti dikutip Kompas.com, Selasa (2/10/2018).

Oleh karenanya, Thomas meminta kepada seluruh pihak internasional yang ingin memberikan bantuan ke korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah agar menghubungi akun media sosialnya atau mengirimkan surat elektronik ke alamat tom@bkpm.go.id.

Baca juga: Petugas AirNav yang Meninggal Saat Gempa Palu Dapat Penghargaan dari Kemenhub

Adapun terkait bantuan internasional, pihak Uni Eropa memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan sebesar 1,5 juta euro atau sekitar Rp 26 miliar untuk Indonesia.

Demikian pernyataan itu disampaikan lewat pernyataan resmi yang dikirim lewat surat elektronik yang diterima Kompas.com.

"Kami bertindak cepat untuk menyalurkan bantuan darurat untuk para korban bencana di Indonesia," kata Komisioner Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis Uni Eropa Christos Stylianides, Minggu (30/9/2018).

"Dana kami akan membantu mereka yang paling terdampak dan membantu memberikan pasokan makanan, tenda, air bersih dan sanitasi, serta obat-obatan," tambah Stylianides.

Dia melanjutkan, langkah yang diambil Uni Eropa ini merupakan bentuk nyata solidaritas terhadap warga Indonesia yang terkena bencana.

"Doa kami bersama semua korban dan petugas kami bekerja 24 jam untuk menyelamatkan nyawa," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+