BKPM Koordinasikan Bantuan Internasional untuk Gempa Palu-Donggala

Kompas.com - 02/10/2018, 10:11 WIB
Warga dibantu petugas mencari korban gempa bumi Palu di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWarga dibantu petugas mencari korban gempa bumi Palu di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Thomas Lembong membuka penerimaan bantuan dari pihak internasional untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan Thomas dalam cuitannya di Twitter @tomlembong pada Senin (1/10/2018). Dalam cuitannya yang ditulis dalam bahasa Inggris tersebut, Thomas menyatakan bahwa keputusan untuk menerima bantuan dari pihak internasional datang dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kemarin malam, Presiden @jokowi memberikan izin kepada kami untuk menerima bantuan internasional sebagai bentuk tanggap darurat pasca-bencana. Saya membantu untuk mengkoordinasikan bantuan dari sektor swasta dunia," tulis Thomas seperti dikutip Kompas.com, Selasa (2/10/2018).

Oleh karenanya, Thomas meminta kepada seluruh pihak internasional yang ingin memberikan bantuan ke korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah agar menghubungi akun media sosialnya atau mengirimkan surat elektronik ke alamat tom@bkpm.go.id.

Baca juga: Petugas AirNav yang Meninggal Saat Gempa Palu Dapat Penghargaan dari Kemenhub

Adapun terkait bantuan internasional, pihak Uni Eropa memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan sebesar 1,5 juta euro atau sekitar Rp 26 miliar untuk Indonesia.

Demikian pernyataan itu disampaikan lewat pernyataan resmi yang dikirim lewat surat elektronik yang diterima Kompas.com.

"Kami bertindak cepat untuk menyalurkan bantuan darurat untuk para korban bencana di Indonesia," kata Komisioner Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis Uni Eropa Christos Stylianides, Minggu (30/9/2018).

"Dana kami akan membantu mereka yang paling terdampak dan membantu memberikan pasokan makanan, tenda, air bersih dan sanitasi, serta obat-obatan," tambah Stylianides.

Dia melanjutkan, langkah yang diambil Uni Eropa ini merupakan bentuk nyata solidaritas terhadap warga Indonesia yang terkena bencana.

"Doa kami bersama semua korban dan petugas kami bekerja 24 jam untuk menyelamatkan nyawa," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X