Ada PP Angkutan ODOL, PT KAI Targetkan Angkut 47,2 Juta Ton Logistik

Kompas.com - 02/10/2018, 13:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edy Sukmoro menargetkan mampu mengangkut komoditas logistik mencapai lebih dari 47 juta ton hingga akhir tahun ini. Target itu sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi komoditas logistik yang diangkut PT KAI pada 2017.

"Yang pasti 2018 ini kita punya target volume 47,2 juta ton. Nilainya itu untuk macam-macam karena ada angkutan batu bara, semen, kontainer, dan lain-lain," ucap Edy saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Tahun lalu PT KAI mengangkut kurang lebih 41 juta ton komoditas logistik. Edy pun meyakini dengan adanya aturan truk logistik over dimensions over loading (ODOL), target 47,2 ton tahun ini bisa direalisasikan.

Pasalnya, hingga Agustus 2018, Edy mengatakan bahwa PT KAI telah mengangkut 29,5 juta ton komoditas logistik atau melebihi 50 persen dari target yang dicanangkan.

"Kalau kita kurang lebihnya bisa tercapai lah 47,2 juta ton itu. Utamanya karena sudah ada PP (Peraturan Pemerintah) dengan berlakunya ODOL ini. Kami harapkan market pemilik barang akan melirik KAI dan itu nanti bisa memacu angkutan barang kita," sebut Edy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.