Maipark Perkirakan Klaim Asuransi Bencana Sulteng Rp 170 Miliar - Kompas.com

Maipark Perkirakan Klaim Asuransi Bencana Sulteng Rp 170 Miliar

Kompas.com - 04/10/2018, 18:12 WIB
Kerusakan akibat gempa bumi dan tsunami di Dupa Tondo, Kelurahan Layana, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Di area kompleks mebel dan pergudangan ini luluh lantak akibat gempa dan diterjang tsunami.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Kerusakan akibat gempa bumi dan tsunami di Dupa Tondo, Kelurahan Layana, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Di area kompleks mebel dan pergudangan ini luluh lantak akibat gempa dan diterjang tsunami.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Reasuransi Maipark Indonesia (Maipark) Ahmad Fauzie Darwis mengatakan, klaim asuransi sementara akibat bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala hingga saat ini diperkirakan mencapai Rp 170 miliar.

“Di Palu ini kemungkinan pertanggungannya kira-kira Rp 170 miliar sampai hari ini, karena rasio kerusakannya lebih besar dihantam 3 bencana (gempa, tsunami, likuifaksi),” ujar Ahmad di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Kamis (3/10/2018).

Potensi klaim ini dihitung berdasar pada Maipark Catastrope Model (MCM) yang meliputi estimasi kerugian risiko getaran gempa bumi dan gelombang tsunami.

Mengenai wilayah klaim sendiri, Ahmad mengatakan 90 persen berada di Palu semetara sisanya tersebar di 5 wilayah yakni Sigi, Donggala, Mamuju Utara, dan Parigi Moutong.

Baca juga: INALUM Kirimkan Bantuan untuk Korban Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah

Dari bencana di Sulawesi Tengah, Maipark sudah menerima 45 laporan klaim. Salah satunya adalah laporan klaim dari kerusakan mall/ pusat perbelanjaan yang bernilai Rp 20 miliar.

Sementara itu, berdasarkan data Maipark bahwa nilai harta benda yang diasuransikan (eksposur) di Palu, Donggala, dan Sigi sebesar Rp 2,29 triliun. Adapun jumlah risikonya sebanyak 753 unit bangunan atau kelompok bangunan per Agutus 2018.

Jenis bangunan yang terdampak bencana didominasi bangunan komersial, industri dan residensial.

"Jumlah risiko ini berpotensi bertambah karena laporan polis pada September 2018 belum masuk. Dimana biasanya akan masuk pada Oktober," tutur Ahmad.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Close Ads X