China Hentikan Impor Minyak Mentah dari AS

Kompas.com - 08/10/2018, 08:37 WIB
Ilustrasi Minyak KOMPAS/TOTO SIHONOIlustrasi Minyak

BEIJING, KOMPAS.com — Meskipun China belum menerapkan sanksi untuk impor minyak Amerika Serikat, tampaknya perusahaan-perusahaan minyak asal China rupanya tidak mau mengambil risiko.

Negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini telah menghentikan pembelian minyak mentah AS sejak Agustus lalu berdasarkan data Biro Sensus Amerika Serikat yang diterbitkan pada Jumat (5/10/2018).

Berhentinya impor minyak mentah dari AS oleh China adalah yang pertama kalinya sejak September 2016. Pada Juli, China sempat menerima 12 juta barel dari AS.

Dikutip dari Bloomberg, China sebelumnya merupakan salah satu importir minyak AS terbesar setelah AS mencabut pembatasan ekspor pada Desember 2015, bahkan berkali berebut posisi dengan Kanada dalam posisi importir minyak AS terbesar. Namun, minat China terhadap minyak AS berkurang di tengah semakin meningkatnya ketegangan perdagangan di anara kedua negara.

Baca juga: Putin: Trump Harusnya Salahkan Dirinya Sendiri atas Penyebab Lonjakan Harga Minyak

Adapun Juni lalu, Beijing telah mengancam akan memberikan tarif  25 persen untuk impor minyak mentah AS sebagai bentuk tanggapan atas pemberian tarif untuk 10 miliar dollar AS produk impor China yang dilakukan Presiden Trump.

Perusahaan minyak terbesar China, Sinopec, kemudian menangguhkan beberapa pengiriman minyak mentah dari AS meski kemudian melanjutkan beberapa pembelian selepas minyak mentah dihapus dari daftar produk yang akan dikenai tarif.

Masa depan impor minyak mentah AS oleh China masih belum pasti, dan masih belum ada jaminan bahwa ancaman tarif minyak mentah AS tidak akan muncul kembali ketika konflik perdagangan masih berlanjut.

Produsen minyak AS berisiko akan merasakan dampak dari ketegangan perdagangan seiring dengan semakin meningkatnya penjualan mereka ke luar negeri lantaran permintaan domestik sedang menurun.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Bloomberg
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X