Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhub: Bandara Palu Sudah Bisa Layani Penerbangan Pesawat Narrow Body

Kompas.com - 09/10/2018, 08:32 WIB
Akhdi Martin Pratama,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu sudah mampu melayani penerbangan pesawat jet narrow body sekelas sekelas B737 seri 800 atau 900 dengan limited payload.

Penerbangan Lion Air JT 3852 merupakan penerbangan dengan pesawat jet B737 NG pertama yang beroperasi secara terbatas pasca musibah gempa bumi dan tsunami yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Dengan pesawat jet yang lebih besar, lebih cepat dan lebih jauh jarak jangkaunya akan bisa menerbangkan bantuan baik barang maupun relawan lebih banyak ke Palu. Dengan demikian diharapkan proses evakuasi, rehabilitasi dan rekonstruksi daerah Palu dan sekitarnya bisa lebih cepat dilaksanakan," ujar Pelaksana Tugas Dirjen Peehubungan Udara Pramintohadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/10/2018).

Pramintohadi menjelaskan, untuk jadwal penerbangan pesawat komersial saat ini masih harus disesuaikan dengan slot yg tersedia di bandara karena kapasitasnya belum bisa 100 persen sama seperti sebelum gempa. Ada keterbatasan apron untuk parkir pesawat sehingga harus diatur agar bergantian dengan pesawat lainnya, khususnya yang membawa bantuan kemanusiaan.

Baca juga: Terminal Bandara Palu Kembali Beroperasi

“Untuk penumpang yang telah memiliki tiket akan diatur dan disesuaikan dengan tanggal tiket yang dimiliki. Yang telah memiliki tiket dengan tanggal keberangkatan yang paling awal (sebelum gempa) akan didahulukan. Saat ini Ditjen Hubud bersama stakeholder terus berupaya melakukan perbaikan-perbaikan baik pada sisi udara maupun gedung terminal agar layanan dapat maksimal," kata Pramintohadi.

Hingga saat ini, penerbangan reguler yang sudah beroperasi dengan pesawat jet B737-900/B737-800/A320 adalah Lion Air dan Batik Air, sedangkan Garuda Indonesia juga sudah beroperasi menggunakan pesawat jenis B737-800 NG.

Pesawat jet narrow body ini bisa mengangkut penumpang 150-200 orang atau 2 kali lipat dari kapasitas yang bisa diterbangkan dengan pesawat ATR 72 yang hanya bisa dilayani Bandara Mutiara SIS Al Jufri belakangan ini.

Total penumpang yang sudah bisa diangkut pesawat dari dan menuju Palu mulai tanggal 30 September hingga 7 Oktober 2018 mencapai 8.192 orang penumpang. Untuk tanggal 7 Oktober kemarin, total penumpang yang diangkut mencapai 2.535 orang.

Realisasi penerbangan dari dan ke Palu pada tanggal 7 Oktober, ada beberapa yang melakukan penerbangan yaitu Garuda, NAM, Wings, Batik, Lion Air dan My Indo Airlines (kargo sebanyak 12,2 ton bantuan dari BNPB berupa kebutuhan balita).

Saat ini juga telah mulai beroperasi penerbangan regular antara lain Garuda Indonesia rute Makassar-Palu dengan pesawat B737-800, Lion Air rute Makassar-Palu dengan pesawat jenis B737-900ER, Batik Air rute Makassar-Palu dengan pesawat jenis pesawat A320 dan rute Jakarta-Palu menggunakan pesawat jenis B737-800 serta Wings Air rute Luwuk-Palu dan Gorontalo-Palu dengan pesawat jenis ATR 72-600.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Menjaga Skor Kredit Tetap Baik?

Bagaimana Cara Menjaga Skor Kredit Tetap Baik?

Whats New
Penumpang Bercanda Bawa Bom, Penerbangan Pelita Air dari Surabaya Tertunda

Penumpang Bercanda Bawa Bom, Penerbangan Pelita Air dari Surabaya Tertunda

Whats New
Saham Bank Jago 'Ambles' 4,7 Persen, IHSG Hari Ini Berakhir di Zona Merah

Saham Bank Jago "Ambles" 4,7 Persen, IHSG Hari Ini Berakhir di Zona Merah

Whats New
Dorong Pertumbuhan Industri di Batam, PGN Salurkan Gas Bumi Sebesar 10 BBTUD Ke PLN Batam

Dorong Pertumbuhan Industri di Batam, PGN Salurkan Gas Bumi Sebesar 10 BBTUD Ke PLN Batam

Whats New
Pengembangan Pelabuhan Berkelanjutan Tak Mudah, Ini Syaratnya

Pengembangan Pelabuhan Berkelanjutan Tak Mudah, Ini Syaratnya

Whats New
Program Kampung Nelayan Modern di Biak Diharap Bisa Tingkatkan Pendapatan Nelayan

Program Kampung Nelayan Modern di Biak Diharap Bisa Tingkatkan Pendapatan Nelayan

Whats New
Nickel Industries Targetkan Pengurangan Emisi 50 Persen pada 2035

Nickel Industries Targetkan Pengurangan Emisi 50 Persen pada 2035

Whats New
Peran AI Generatif untuk Bisnis Makin Dilirik, Jangan Lupakan soal Keamanannya

Peran AI Generatif untuk Bisnis Makin Dilirik, Jangan Lupakan soal Keamanannya

Whats New
Akuisisi Bisnis Konsumer Citi Rampung, Bos UOB Indonesia: Kami Berharap Dapat Tumbuh Lebih Cepat...

Akuisisi Bisnis Konsumer Citi Rampung, Bos UOB Indonesia: Kami Berharap Dapat Tumbuh Lebih Cepat...

Whats New
Wacana 3 Stasiun Kereta Cepat Whoosh Jarak Berdekatan di Bandung

Wacana 3 Stasiun Kereta Cepat Whoosh Jarak Berdekatan di Bandung

Whats New
Warga Kepri, Penukaran Uang Logam yang Ditarik BI Bisa Dilakukan di Bank Umum

Warga Kepri, Penukaran Uang Logam yang Ditarik BI Bisa Dilakukan di Bank Umum

Whats New
TikTok Shop Bakal Gandeng Tokopedia, Mendag Zulhas: Boleh Dong...

TikTok Shop Bakal Gandeng Tokopedia, Mendag Zulhas: Boleh Dong...

Whats New
Optimalkan Kinerja, Chubb Life Indonesia Perkuat Layanan Digital

Optimalkan Kinerja, Chubb Life Indonesia Perkuat Layanan Digital

Whats New
Pengertian Pertumbuhan Ekonomi, Perhitungan, dan Faktor Penentunya

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi, Perhitungan, dan Faktor Penentunya

Whats New
Pengguna LRT Palembang Hampir Mencapai 4 Juta Tahun Ini

Pengguna LRT Palembang Hampir Mencapai 4 Juta Tahun Ini

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com