Soal Pidato "Game of Thrones" Jokowi, Ini Kata Ekonom UI - Kompas.com

Soal Pidato "Game of Thrones" Jokowi, Ini Kata Ekonom UI

Kompas.com - 14/10/2018, 08:02 WIB
Iron Throne, singgasana yang menjadi ikon serial televisi Game of ThronesHBO via Independent Iron Throne, singgasana yang menjadi ikon serial televisi Game of Thrones

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) membuka Rapat Pleno Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 dengan menghubungkan kondisi global terkini keadaan dengan serial televisi  Game of Thrones.

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastadi menyampaikan dirinya sepakat dengan pidato Jokowi di Bali tersebut.

"Saya sepakat sekali, ketika kita memainkan Game of Thrones, siapapun yang memainkan itu akan mati. Dalam konteks trade war antara AS-Cina, kalau ini terus terjadi ada kontraksi output global 0,8 persen," jelas Fithra di Jakarta, Sabtu (13/10/2018).

Artinya lanjut dia,  ini sangat buruk bagi pelaku ekonomi atau bagi negara dalam konteks global.

Baca juga: Jokowi Ibaratkan Ekonomi Global dengan Game of Thrones

"Sementara Trump dengan kebijakan yang sangat inliteral artinya ingin memaksakan itu, dalam konteks memenuhi janji-janji konsituennya. Jadi, semuanya menderita dalam perang ini," ucapnya.

Fithra mengatakan, negara-negara di Asia paling terkena imbas dari perang dagang tersebut. Hal ini karena emerging market yang sangat mengandalkan perdagangan internasional.

"Pak Jokowi mengatakan kita bakal menghadapi potensi besar, potensi besar itu ya krisis," sebut Fithra.

Dalam pidatonya, Jokowi menyebut-nyebut potensi yang akan dihadapi negara-negara global yang dikaitkan dengan dunia Game of Thrones mulai dari winter is coming, great house, iron thrones hingga evil winter.

"Perang dagang semakin marak, dan inovasi teknologi mengakibatkan banyak industri terguncang. Negara-negara tengah tumbuh, juga sedang mengalami tekanan pasar yang besar. Dengan banyaknya masalah perekonomian dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan winter is coming," kata Jokowi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X