Luhut Sebut Realisasi Biaya Pertemuan IMF-Bank Dunia Mungkin di Bawah Rp 500 Miliar

Kompas.com - 14/10/2018, 14:17 WIB
Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia sekaligus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat konferensi pers di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAKetua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia sekaligus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat konferensi pers di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018).

NUSA DUA, KOMPAS.com - Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 Luhut Binsar Panjaitan menyebut realisasi biaya untuk penyelenggaraan acara tersebut bisa di bawah Rp 500 miliar.

Salah satu yang membuat hal itu jadi mungkin karena pemerintah Indonesia selaku tuan rumah mengaturnya seefisien mungkin, dan untuk beberapa hal seperti kendaraan tidak beli yang baru.

"(Realisasi) mungkin di bawah Rp 500 miliar. Kami enggak ada beli barang baru, hampir enggak ada. Mobil Mercedez 400 unit itu yang sedan untuk head of delegation itu kami sewa. Mercedez tahun 2013 dan tahun 2015," kata Luhut melalui konferensi pers di Bali Collection, Sabtu (13/10/2018).

Luhut mengingatkan kembali, pagu anggaran untuk penyelenggaraan Pertemuan Tahunan yang telah disepakati pemerintah bersama DPR RI tahun lalu sebesar Rp 855 miliar. Sampai hari terakhir gelaran, diperkirakan pagu yang terpakai sekitar Rp 566 miliar. Namun memang belum ada angka pasti dan yang telah diaudit.

Baca juga: Delegasi Pertemuan IMF-Bank Dunia Puji Upaya Indonesia Tangani Bencana

Biaya dari Indonesia sebagai tuan rumah Pertemuan Tahunan digunakan antara lain untuk menyiapkan ruang-ruang rapat di lokasi acara, menyewa kendaraan bagi pimpinan delegasi masing-masing negara, serta makanan. Di luar itu, seperti tempat para delegasi menginap, ditanggung oleh mereka sendiri yang artinya pemasukan untuk Indonesia.

Meski dilaksanakan secara efisien, bukan berarti penyelenggaraannya tidak maksimal.

Luhut menceritakan pengalamannya saat menemani Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim yang baru saja mendarat dan diantar dengan mobil sedan Mercedes Benz yang disewa panitia.

"Dia tanya di mobil, bagaimana persiapan. Saya jelasin, lalu dia tanya ada kendala? Ya enggak ada lah, paling sedikit-sedikit (dinamika) politik. Apa itu? Orang kritik kami soal mobil mewah, yang kamu naik ini. Dia bilang, 'oke it's good, no problem. But Kim, this is a taxi, this is a cab'. Dia kaget terus ketawa," tutur Luhut.

Luhut mengungkapkan, mobil sedan yang disewa sebanyak 400 unit adalah Mercedes Benz keluaran tahun 2013 dan 2015. Kendaraan itu disewa salah satunya dari perusahaan taksi di Indonesia.

"Jadi bayangkan, Presiden World Bank saja kami suruh naik taksi. Hanya, enggak ada nama Blue Bird di sana. Jadi, kalau orang Jakarta bilang kami bermewah-mewah, aneh, asbun saja," ujar Luhut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X