Kurangi Subsidi BBM Bisa Jadi Opsi Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan

Kompas.com - 20/10/2018, 19:20 WIB

Sementara itu, Kepala Pusat Pengkajian Nusantara Pasifik Haris Rusli Moti mengatakan, kebijakan pemerintah soal BBM terkesan tak konsisten.

Pada awal pemerintahan, kata dia, Presiden Joko Widodo menyampaikan kebijakannya tak mau menyuntik subsidi besar-besaran dan mengikuti kondisi pasar.

Namun, harga BBM saat ini jika dibandingkan harga minyak mentah dunia dianggap tak lagi relevan.

Harganya naik hampir dua kali lipat sejak 2014, tembus 80 dollar AS per barel.

"Kalau mau ngikut pasar, ya naik lah (harganya). Pemerintah tidak konsisten. Di satu sisi mau ikut pasar, tapi jadi mengatur pasar," kata Haris.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik Perjalanan Harga BBM (halaman 1)

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik Perjalanan Harga BBM (halaman 2)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.