Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi: Defisit Transaksi Berjalan Masalah Menahun Indonesia

Kompas.com - 24/10/2018, 13:22 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengungkapkan Indonesia memiliki masalah menahun yang hingga kini belum terselesaikan, yaitu defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

Defisit transaksi berjalan adalah kondisi di mana impor barang dan jasa suatu negara lebih tinggi dari ekspornya. Ini menandakan kinerja industri dalam negeri belum dapat bersaing dengan negara lain.

"Kita memiliki masalah yang sudah bertahun-tahun tidak bisa kita selesaikan, yaitu urusan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan," kata Jokowi mengawali sambutannya saat membuka Trade Expo Indonesia 2018 di ICE BSD, Rabu (24/10/2018).

Jokowi menuturkan, defisit transaksi berjalan tahun 2017 tercatat sebesar 17,3 miliar dollar AS. Performa neraca perdagangan turut berkontribusi terhadap posisi transaksi berjalan, sehingga jika neraca perdagangan mengalami defisit, kemungkinan besar hal yang sama dialami oleh transaksi berjalan suatu negara.

Terhadap neraca perdagangan selama ini, Jokowi menyebut ekspor masih kalah jauh dengan impor, menyebabkan defisit neraca perdagangan. Dari hal tersebut, Jokowi mendorong kementerian atau lembaga terkait untuk terus mendorong perluasan pasar-pasar ekspor, khususnya yang non-tradisional.

"Saya ingatkan terus perlebar pasar (ekspor) non-tradisional. Sekarang banyak sekali, Asia Selatan, Afrika yang tidak diurus. Saya ingin dubes bekerja keras untuk pasar non-tradisional, pasar ASEAN sendiri. Ini peluang besar yang tidak pernah kita urus," tutur Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta agar pengusaha ekspor dan Kementerian Perdagangan memanfaatkan momen perang dagang yang masih berlangsung sampai saat ini. Jokowi ingin perang dagang tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan peluang untuk meningkatkan ekspor dalam rangka memperbaiki defisit transaksi berjalan.

"Ada kesulitan, tetapi biasanya di dalam kesulitan itu ada peluang-peluang. Gunakan peluang ini untuk masuk ke pasar-pasar yang ditinggalkan oleh yang baru berperang, ini kesempatan," ujar Jokowi.

Neraca perdagangan per akhir September 2018 lalu mengalami surplus 220 juta dollar AS. Jumlah ekspor dari Januari sampai September 2018 tercatat sebesar 122 miliar dollar AS atau tumbuh 9,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Rekrutmen CASN 2023: Instansi Diminta Mendata Kebutuhan Formasi

Update Rekrutmen CASN 2023: Instansi Diminta Mendata Kebutuhan Formasi

Whats New
Kementan Sebut Perppu Cipta Kerja Permudah Izin Usaha Sektor Pertanian

Kementan Sebut Perppu Cipta Kerja Permudah Izin Usaha Sektor Pertanian

Rilis
Implementasi B35 Berlaku Besok, Kementerian ESDM Lanjut Uji Coba B40

Implementasi B35 Berlaku Besok, Kementerian ESDM Lanjut Uji Coba B40

Whats New
Mengapa Hary Tanoesoedibjo Mundur dari Dirut MNC Digital?

Mengapa Hary Tanoesoedibjo Mundur dari Dirut MNC Digital?

Whats New
Pupuk Kaltim dan Pemkot Bontang Salurkan Bantuan Kaki Palsu dan Sepatu CTEV untuk Penyandang Disabilitas

Pupuk Kaltim dan Pemkot Bontang Salurkan Bantuan Kaki Palsu dan Sepatu CTEV untuk Penyandang Disabilitas

Whats New
Gadeng Mastercard, Ayoconnect Bakal Percepat Pembayaran Berbasis Rekening Bank

Gadeng Mastercard, Ayoconnect Bakal Percepat Pembayaran Berbasis Rekening Bank

Whats New
'Tech Winter' Masih Bakal Berlanjut, 'Start-up' Perlu Efisiensi

"Tech Winter" Masih Bakal Berlanjut, "Start-up" Perlu Efisiensi

Whats New
Sebanyak 16.900 ASN, TNI, Polri Pindah ke IKN, Huniannya Dibangun Juni-Juli 2023

Sebanyak 16.900 ASN, TNI, Polri Pindah ke IKN, Huniannya Dibangun Juni-Juli 2023

Whats New
Rekrutmen CASN 2023 Akan Dibuka untuk Umum, Ini Formasi yang Jadi Prioritas

Rekrutmen CASN 2023 Akan Dibuka untuk Umum, Ini Formasi yang Jadi Prioritas

Whats New
Implementasi B35 Bisa Hemat Devisa hingga 10,75 Miliar Dollar AS

Implementasi B35 Bisa Hemat Devisa hingga 10,75 Miliar Dollar AS

Whats New
Alasan Hary Tanoesoedibjo Mundur sebagai Dirut MNC Digital

Alasan Hary Tanoesoedibjo Mundur sebagai Dirut MNC Digital

Whats New
OJK Beberkan 6 Tantangan Jaga Stabilitas dan Pengembangan Pasar Modal RI

OJK Beberkan 6 Tantangan Jaga Stabilitas dan Pengembangan Pasar Modal RI

Whats New
Pemerintah Bakal Setop Ekspor Tembaga, Bagaimana Nasib Freeport?

Pemerintah Bakal Setop Ekspor Tembaga, Bagaimana Nasib Freeport?

Whats New
B35 Berlaku 1 Februari 2023, Volume Penyaluran Diperkirakan 15,13 Juta Liter

B35 Berlaku 1 Februari 2023, Volume Penyaluran Diperkirakan 15,13 Juta Liter

Whats New
Pemerintah Targetkan 30 PSN Senilai Rp 360 Triliun Rampung Tahun 2023

Pemerintah Targetkan 30 PSN Senilai Rp 360 Triliun Rampung Tahun 2023

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+