Paripurna RAPBN 2019, Gerindra Minta Cukai Rokok Tidak Dinaikkan

Kompas.com - 31/10/2018, 13:23 WIB
Suasana rapat paripurna pengesahan RUU APBN 2019 di DPR RI, Rabu (31/10/2018). Seluruh fraksi di DPR sepakat mengesahkan RUU APBN 2019 menjadi Undang-Undang. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERASuasana rapat paripurna pengesahan RUU APBN 2019 di DPR RI, Rabu (31/10/2018). Seluruh fraksi di DPR sepakat mengesahkan RUU APBN 2019 menjadi Undang-Undang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi Partai Gerindra menyampaikan interupsi dalam rapat paripurna RAPBN 2019 di DPR RI, Rabu (31/10/2018) siang. Interupsi yang disampaikan adalah soal kritik terhadap kenaikan cukai hasil tembakau yang berdampak pada kenaikan harga rokok.

"Pemerintah jangan memeras rakyat, karena rokok sudah jadi kebutuhan pokok yang kalau harganya naik bisa merembet pada kenaikan harga lain," kata anggota dewan Partai Gerindra Bambang Haryo di dalam rapat paripurna.

Menurut Bambang, kenaikan cukai hasil tembakau akan memberatkan petani dan pengusaha rokok. Bambang juga khawatir jika harga rokok naik, akan mengganggu sektor industri yang lain dan menyulitkan kebutuhan dasar masyarakat.

"Karena ada kalimat, lebih baik tidak makan daripada tidak merokok," tutur Bambang.

Selain itu, Bambang juga mengkritisi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Bambang minta agar pemerintah bisa memperkuat level nilai tukar rupiah terhadap dollar AS kembali ke level Rp 14.000 lagi seperti sebelumnya.

"Berdasarkan Google Exchange Rate, pelemahan nilai tukar rupiah paling parah dari negara-negara lain. Maka dari itu pemerintah harus bekerja keras memperbaiki hal tersebut," ujar Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir: Ketergantungan dengan Produk Impor Harus Ditekan

Erick Thohir: Ketergantungan dengan Produk Impor Harus Ditekan

Rilis
BCA Sudah Raup Laba Bersih Rp 23,2 Triliun hingga September 2021

BCA Sudah Raup Laba Bersih Rp 23,2 Triliun hingga September 2021

Whats New
Kemenhub Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Kemenhub Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Whats New
Nasabah Tak Perlu Bayar Utang ke Pinjol Ilegal, Apa Dasar Hukumnya?

Nasabah Tak Perlu Bayar Utang ke Pinjol Ilegal, Apa Dasar Hukumnya?

Whats New
Lelang 7 Seri SUN Pekan Depan, Pemerintah Targetkan Serap Rp 8 Triliun

Lelang 7 Seri SUN Pekan Depan, Pemerintah Targetkan Serap Rp 8 Triliun

Whats New
Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Kini Boleh Naik Pesawat

Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Kini Boleh Naik Pesawat

Whats New
Niat Hati Buat Aduan pada CS Bank lewat Media Sosial Malah Kena Jebakan Penipuan

Niat Hati Buat Aduan pada CS Bank lewat Media Sosial Malah Kena Jebakan Penipuan

BrandzView
IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah Sore Ini

IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah Sore Ini

Whats New
Penjualan Kendaraan Diprediksi Capai 900.000 Unit Tahun Depan

Penjualan Kendaraan Diprediksi Capai 900.000 Unit Tahun Depan

Whats New
Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik, Pemerintah Bakal Setop Penjualan Mobil Konvensional pada 2050

Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik, Pemerintah Bakal Setop Penjualan Mobil Konvensional pada 2050

Whats New
Naik 35 Persen, Laba Bersih BTN Capai Rp 1,52 Triliun hingga Kuartal III 2021

Naik 35 Persen, Laba Bersih BTN Capai Rp 1,52 Triliun hingga Kuartal III 2021

Whats New
Pembangkit Listrik Tenaga Fosil Akan Hilang dari Indonesia pada 2060

Pembangkit Listrik Tenaga Fosil Akan Hilang dari Indonesia pada 2060

Whats New
Lewat 'Transformasi Perluasan Kesempatan Kerja', Kemenaker Kembangkan Kewirausahaan Efektif

Lewat "Transformasi Perluasan Kesempatan Kerja", Kemenaker Kembangkan Kewirausahaan Efektif

Rilis
Pandemi Covid-19 Membuat Digitalisasi Jadi Keniscayaan bagi Perbankan

Pandemi Covid-19 Membuat Digitalisasi Jadi Keniscayaan bagi Perbankan

Whats New
Bulog Siap Menyalurkan Jagung Subsidi untuk Peternak

Bulog Siap Menyalurkan Jagung Subsidi untuk Peternak

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.