Mau Resign? Ajukan 5 Alasan Ini agar Tetap Profesional

Kompas.com - 10/11/2018, 07:46 WIB
ilustrasi berhenti dari pekerjaanRiccardo_Mojana ilustrasi berhenti dari pekerjaan

Beberapa perusahaan memberi kesempatan kepada karyawan yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan. Setelah tamat nanti, karyawan harus kembali bekerja di perusahaan dan mengabdi di sana. Jika alasan Anda untuk keluar selama-lamanya dari perusahaan, sebaiknya jangan memanfaatkan fasilitas beasiswa yang diberikan oleh perusahaan.

5. Gaji Tak Kunjung Naik

Mengajukan resign karena perusahaan tak kunjung memberi kenaikan gaji kepada karyawan adalah hal yang sangat masuk akal. Apalagi jika karyawan selalu berprestasi. Ketika pemimpin perusahaan kurang merespons, Anda bisa menemui pimpinan dan menunjukkan portofolio sebagai bukti pencapaian kerja selama ini.

Apabila pemimpin perusahaan tidak menindak lanjuti pengajuan Anda, segera ajukan resign. Surat resign bisa menjadi suatu ancaman bagi perusahaan agar lebih memerhatikan karyawannya.

Baca Juga: ‘Resign’ Kerja: Ini Cara Mengganti Asuransi BPJS Ketenagakerjaan

Tips saat Mengajukan ‘ Resign

1. Menulis Surat Pengunduran Diri

Resign diajukan dalam bentuk tertulis di atas kertas. Pikirkan kalimat apa saja yang harus dituliskan agar jauh dari kesan sombong, kasar dan menghina.

Sertai dengan alasan yang masuk akal agar surat pengunduran diri mudah diterima. Tunjuk kan apresiasi Anda selama bekerja di perusahaan walaupun sebenarnya Anda kurang menyukai pekerjaan tersebut.

2. Segera Selesaikan Pekerjaan

Sebelum meninggalkan perusahaan untuk selamanya, Anda perlu menyelesaikan pekerjaan yang belum beres. Hindari menyelesaikan tugas secara asal-asalan meskipun Anda segera resign dari perusahaan. Sebaliknya kerjakan tugas semaksimal mungkin sebagai wujud apresiasi terakhir Anda kepada perusahaan yang selama ini sudah bersedia mempekerjakan Anda.

3. Ikuti Aturan Main di Kantor

Beberapa perusahaan memiliki aturan main sendiri bagi karyawan yang ingin mengajukan resign. Ikuti aturan main ini secara berurutan, bukan lompat sana-sini. Misalnya mulai dari menentukan format penulisan surat, menulis surat, menemui atasan dan menyerahkan surat pengunduran diri. Cari tahu mekanisme penyampaian resign yang baik dan benar dari kantor agar tetap terkesan profesional.

4. Rahasiakan dari Rekan Kerja

Jangan pernah memberitahukan rencana pengunduran diri kepada rekan kerja setelah surat resign sampai di tangan pimpinan. Bersikaplah tenang ibaratkan kapal yang sedang berlabuh saat air laut sedang surut. Apabila perusahaan memberikan tawaran baik yang menarik, Anda terhindar dari rasa malu karena belum menyampaikan apa-apa kepada rekan kerja terkait masalah resign.

‘Resign’ Jadi Jalan Terbaik untuk Mengembangkan Diri, Kenapa Tidak?

Mengundurkan diri dari pekerjaan merupakan hak setiap pekerja di perusahaan. Pengajuan resign tidak selalu buruk. Jangan takut dan malu mengajukan resign apabila tujuan utamanya untuk mengembangkan potensi diri sendiri. Bagaimanapun juga, Anda perlu mengembangkan diri agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin sengit.

 

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com, dan menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

Halaman:



Close Ads X