PLN Dapat Pinjaman Rp 4,5 Triliun untuk Bangun Gardu Induk

Kompas.com - 14/11/2018, 16:22 WIB
Gardu induk listrik di Jayapura KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI Gardu induk listrik di Jayapura

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mendapat pinjaman sebesar Rp 4,5 triliun untuk mendanai pembangunan gardu induk dan transmisi di regional Jawa Bagian Tengah. Ini merupakan bagian dari program 35.000 MW dari perbankan nasional.

Pinjaman kredit sindikasi yang ditandatangani di Jakarta ini, didapatkan dari sindikasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang juga bertindak selaku agen sindikasi. Ada pula PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk.

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengatakan, pinjaman dari perbankan nasional ini mendapatkan jaminan pemerintah sesuai kriteria dalam Perpres 4 Tahun 2016 dan PMK Nomor 130 Tahun 2016.

"Selain cost of fund pinjaman yang kompetitif, pendanaan sindikasi ini juga meningkatkan portofolio rupiah pada pinjaman PLN serta menunjukkan dukungan perbankan nasional dalam mendanai pembangunan infrastruktur,” ujar Sarwono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/11/2018).

Baca juga: PLN Dapat Pinjaman Rp 24,3 Triliun untuk Proyek 35.000 MW

Pembangunan gardu induk dan transmisi di Regional Jawa Bagian Tengah ini, meliputi pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV di daerah Jawa Tengah, sampai dengan Jawa Barat, termasuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kedung Badak-Bogor Baru, di Jawa Barat.

Infrastruktur kelistrikan yang sedang dibangun ini sangat penting bagi PLN untuk evakuasi daya dari pembangkit yang berlokasi di Jawa Bagian Tengah dan Bagian Timur ke sumber beban di Jawa Bagian Barat dan Jakarta.

Gardu induk dan transmisi ini akan mengevakuasi sumber energi murah dari pembangkit di bagian tengah dan timur, dan sekaligus meningkatkan keandalan pelayanan sistem Jawa Bali.

Sarwono menjelaskan pembangunan Gardu induk dan transmisi ini akan mendukung usaha PLN dalam menyediakan listrik dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat dan kompetitif bagi industri serta bisnis, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Kuartal III 2018, Nilai Penjualan Listrik PLN Rp 194,4 Triliun


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X