KILAS EKONOMI

Amran Beberkan Capaian Kementan Selama 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Kompas.com - 23/11/2018, 12:20 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan kuliah umum di hadapan Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Kamis (22/11/2018). Dok. Humas Kementerian Pertanian RIMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan kuliah umum di hadapan Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Kamis (22/11/2018).

"Penghargaan sebesar-besarnya kami berikan untuk semua pihak yang telah bersinergi untuk memajukan sektor pertanian. Sinergi ini harus terus kita jalin sehingga Indonesia bisa mencapai visinya sebagai Lumbung Pangan Dunia", tegas Amran.

Amran juga berpesan kepada mahasiswa, sebagai generasi muda mereka harus punya semangat maju dan menghasilkan perubahan. Ini pula yang Kementan lakukan dengan melakukan perubahaan dalam beberapa tahun terakhir ini. 

Perubahan itu diawali revolusi internal. Ada 241 regulasi yang dihapus karena tidak lagi sesuai dengan percepatan pembangunan pertanian. Demikian pula dari sisi anggaran, ada Rp 800 miliar anggaran perjalanan dinas dan seremonial yang direalokasikan untuk kepentingan petani.

“Kami fokuskan itu untuk membeli bibit, obat-obatan dan mesin untuk petani,” tambah Amran lagi.

Hasilnya pun, kata Aman, sangat signifikan. Dari sebelumnya negara pengimpor pangan, saat ini Indonesia sudah menjadi negara pengekspor pangan.

Baca jugaEkspor Beras, Cara Indonesia Taklukkan Negara Lain

Malah ada peningkatan ekspor sebesar 24 persen dengan nilai mencapai Rp 441 triliun. Selain itu, pemanfaatan teknologi berdampak besar bagi peningkatan produksi pertanian.

“Dengan menggunakan alat dan mesin pertanian, kita bisa menghemat Rp 361 triliun. Coba bayangkan, jika menanam padi secara manual, untuk satu hektar saja kita butuh 25 hari. Tapi dengan alsintan, cukup tiga jam saja,” ungkap Amran.

Mekanisasi pertanian mudahkan kerja petani

Penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) juga bisa menekan angka kehilangan (loses) hasil panen yang sebelumnya bisa mencapai 10 persen.

Oleh karenanya, Kementan menggenjot pemanfaatan alsintan hingga mengalami kenaikan mencapai 2000 persen. Saat ini, Kementan sudah mengembangkan traktor yang bisa dioperasikan secara otomatis.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X