Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ekonomi Inklusif dan Kualitas SDM Jadi Kunci Membangun Ekonomi Indonesia

Kompas.com - 27/11/2018, 15:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, Indonesia memiliki seluruh unsur yang diperlukan untuk menunjang perekonomian. Sumber daya alam, industri yang bertumbuh, hingga kebijakan yang menunjang pertumbuhan ekonomi juga tersedia.

Namun, pertumbuhan ekonomi terkesan stagnan dan tertinggal dibandingkan negara tetangga. Menurut Mardiasmo, ada dua kunci membangun perekonomian Indonesia di tengah tantangan kondisi global.

"Pertama, harus mengvunakan filosofi ekonomic inclusiveness dan bagaiamna menggunakan human capial development," ujar Mardiasmo dalam acara Kompas 100 CEO di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Mardiasmo mengatakan, Indonesia ketinggalan langkah dibandingkan negara lain karena , wilayahnya yang luas jika dibandingkan dengan Singapura, Vietnam, dan Malaysia. Ia mengibaratkan setiap provinsi adalah kaki yang harus diangkat semua untuk melangkah. Sehingga pembangunan Indonesia secara merata dari Sabang hingga Merauke adalah suatu hal yang menjadi fokus pemerintah. Salah satu caranya dengan inklusi ekonomi.

"Kita bangun semuanya harus menggunakan konsep economic inclusiveness karena kita mau melihat semua harus ada keadilan, semua harus berpartisipasi dari ujung ke ujung," kata Mardiasmo.

Siapa pun, kata Mardiasmo, warga negara Indonesia harus mendapat akses yang sama. Di sisi lain, sektor perbankan juga harus diperkuat sebagai agen pembangunan.

Cara meningkatkan ekonomi inklusif yang dengan pemerataan infrastruktur, menumbuhkan ekonomi kreatif, dan mengembangkan UMKM. Dalam sektor-sektor tersebjt, perbankan bisa berperan dalam penyaluran kredit sebagai modal pengembangan bisnis.

"Oleh karena itu juga bagaimana di forum CEO ini bisa memperkuat sistem stabilitas keuangan," kata dia.

Kunci berikutnya aalah sumbwr daya manusia. Pembangunan ekonomi tak terlepas dari pengembangan SDM yang mampu beradaptasi dengan dinamika global. Di era sekarang, aktivitas manusia tak terlepas dari teknologi. Termasuk perindustrian. Hal ini tak lain untuk meningkatkan daya saing manusia itu sendiri di dalam maupun luar negeri.

Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah memperkuat keterampilan. Pemerintah mendorong perusahaan memberi vokasi keterampilan bagi pegawainya. Apalagi Indonesia tengah bersiap menghadapi era revolusi industri 4.0.

"Seperti kata Presiden tadi, kita ada new games, new rules, dan new players. Kita sekarang zamannya berubah semua, milenial, jaman IT maka harus berubah. Bagimana kita mengoptimalkan itu," kata Mardiasmo.

Untuk memiliki sumber daya yang mumpuni, maka ada dua hal yang harus dipenuhi, yaitu motif dan mental yang kuat.

"SDM kita harus puna motif kuat, open minded, punya integritas, kejujuran, juga mentalnya harus bisa bersaing dan maju untuk meningkatkan produktivitas," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KKP Menakar Kontribusi Lamun dalam Pengelolaan Karbon Biru

KKP Menakar Kontribusi Lamun dalam Pengelolaan Karbon Biru

Whats New
[POPULER MONEY] Kementerian PUPR Sindir Meikarta, Beli Rumah Malah Dituntut | Kasus KSP Indosurya Bisa Bikin Orang Kapok Jadi Anggota Koperasi

[POPULER MONEY] Kementerian PUPR Sindir Meikarta, Beli Rumah Malah Dituntut | Kasus KSP Indosurya Bisa Bikin Orang Kapok Jadi Anggota Koperasi

Whats New
Kunjungi 3 Negara Afrika, Luhut Bahas Kerja Sama Transisi Energi hingga Perkeretaapian

Kunjungi 3 Negara Afrika, Luhut Bahas Kerja Sama Transisi Energi hingga Perkeretaapian

Whats New
Stafsus Erick Thohir Sebut Nilai Korupsi Dana Pensiun BUMN Mencapai Sekitar Rp 10 Triliun

Stafsus Erick Thohir Sebut Nilai Korupsi Dana Pensiun BUMN Mencapai Sekitar Rp 10 Triliun

Whats New
Luhut: Saya Ngomong soal OTT, Ada yang Marah-marah

Luhut: Saya Ngomong soal OTT, Ada yang Marah-marah

Whats New
Pancing Minat Konsumen di DI Yogyakarta, PGN Bangun 12.900 Sambungan Jargas Rumah Tangga

Pancing Minat Konsumen di DI Yogyakarta, PGN Bangun 12.900 Sambungan Jargas Rumah Tangga

Whats New
Optimalkan 'Idle Cash', Perusahaan Bisa Manfaatkan Aplikasi Reksa Dana

Optimalkan "Idle Cash", Perusahaan Bisa Manfaatkan Aplikasi Reksa Dana

Whats New
Ingin Sanksi PKU Dicabut, Kresna Life Tawarkan Skema Pembayaran ke Pemegang Polis

Ingin Sanksi PKU Dicabut, Kresna Life Tawarkan Skema Pembayaran ke Pemegang Polis

Whats New
BCA: Pelaku Utama Pembobolan Rekening Bukan Tukang Becak, tapi Kenalan Korban

BCA: Pelaku Utama Pembobolan Rekening Bukan Tukang Becak, tapi Kenalan Korban

Whats New
Bank Jago Bidik Pelaku UMKM Digital demi Dongkrak Kredit

Bank Jago Bidik Pelaku UMKM Digital demi Dongkrak Kredit

Whats New
Gandeng Induk Usaha, Mandiri Tunas Finance Gelar MTF Expo 2023

Gandeng Induk Usaha, Mandiri Tunas Finance Gelar MTF Expo 2023

Whats New
Bank Mandiri Sediakan ATM Setor Tarik Rp 10.000, Ini 5 Lokasinya

Bank Mandiri Sediakan ATM Setor Tarik Rp 10.000, Ini 5 Lokasinya

Whats New
Pengguna PLN Mobile Berkesempatan Dapat Mobil Listrik, Catat Tanggal Pengumumannya

Pengguna PLN Mobile Berkesempatan Dapat Mobil Listrik, Catat Tanggal Pengumumannya

Rilis
Bocoran Insentif Kendaraan Listrik dari Luhut: Kira-kira Rp 7 Juta, untuk Mobil Pajaknya akan Dikurangi

Bocoran Insentif Kendaraan Listrik dari Luhut: Kira-kira Rp 7 Juta, untuk Mobil Pajaknya akan Dikurangi

Whats New
Suku Bunga Penjaminan di Bank Umum Naik Jadi 4 Persen

Suku Bunga Penjaminan di Bank Umum Naik Jadi 4 Persen

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+