Dirut BTN: Milenial adalah Objek dan Subjek yang Mendorong Properti

Kompas.com - 10/12/2018, 13:09 WIB
Direktur Utama Bank BTN Maryono dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam acara HUT Bank BTN di Jakarta, Senin (10/12/2018) KOMPAS.com/Putri Syifa NurfadilahDirektur Utama Bank BTN Maryono dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam acara HUT Bank BTN di Jakarta, Senin (10/12/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Maryono menyebut bahwa keberadaan generasi milenial dipandang penting untuk kemajuan dunia properti di Indonesia pada masa mendatang.

“Pertumbuhan ekonomi khususnya sektor properti tidak lepas dari peran para milenial. Bank BTN menilai milenial bukan hanya menjadi objek tapi juga subjek yang akan menjadi pendorong utama sektor properti,” ujar Maryono dalam acara HUT Bank BTN ke-42 Spirit of Millenial di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Hal tersebut didasari oleh proyeksi pertumbuhan jumlah penduduk berusia produktif khususnya generasi milenial, Bank BTN berupaya mengoptimalkan peran mereka di sektor properti baik dari sisi supply maupun demand.

“Dari sisi demand, kami sudah meluncurkan program KPR Gaeesss pada triwulan III lalu, dengan fitur yang sesuai dengan kemampuan finansial milenial, sementara dari sisi suplai kami mengajak milenial menjadi entrepreneur di bidang properti lewat pelatihan atau workshop yang disiapkan Housing Finance Center (HFC) dari BTN,” ucap Maryono.

Baca juga: Milenial Masih Belum Peduli untuk Miliki Asuransi Jiwa

Pengembangan bisnis properti 2019, lanjut Maryono tidak akan lepas dari peran milenial baik dari sisi suplai dan permintaan properti sehingga pelaku bisnis properti dan perbankan harus dapat mengatur strateginya menyesuaikan dengan “selera” milenial. Salah satu acuan memotret selera milenial antara lain dengan riset. 

Berdasarkan riset dari HFC terhadap 374 responden dari generasi milenial, sebanyak 43 persen menginginkan rumah satu lantai yang tidak terlalu luas dengan halaman, dan hanya sebesar 29 persen yang menginginkan rumah satu lantai berukuran cukup luas tanpa halaman. 

Maryono mengungkapkan, sisanya menginginkan rumah dua lantai. Sedangkan dari sisi harga properti, Maryono menambahkan, sama halnya dengan generasi lain, rumah dengan harga terjangkau menjadi pilihan utama 46,8 persen responden, sementara pemilihan properti berdasarkan lokasi hanya menjadi sasaran utama bagi sekitar 36,6 persen responden. 

“Dari riset tersebut artinya milenial masih membutuhkan rumah tapak untuk mereka jadikan tempat tinggal atau investasi dan harganya harus terjangkau,” paparnya.

Baca juga: Milenial Mulai Sadar untuk Berinvestasi Jangka Panjang

Bank BTN optimistis dengan strategi yang ada akan dapat menggapai demand milenial dari seluruh lapisan masyarakat seperti Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kelas menengah ataupun atas, dan setiap generasi, baik milenial, generasi X, Baby Boomers dan lain sebagainya. 

Untuk itu, Bank BTN kini mengembangkan produk KPR disesuaikan dengan perkembangan ekonomi dan kemampuan masyarakat Indonesia. Sejak tahun 1976 hingga bulan Oktober 2018, atau kurang lebih 42 tahun, Bank BTN telah merealisasikan kredit untuk membangun sebanyak 4,2 juta unit rumah baik dalam bentuk KPR subsidi maupun non-subsidi, sementara jika dihitung dari tahun 2015 sudah ada 2,2 juta unit rumah hingga Oktober 2018. Adapun nilai KPR yang sudah terealisasi telah mencapai lebih dari Rp 257,6 triliun. 

“Pada tahun 2019, kami mematok pertumbuhan kredit sekitar 15 persen dengan mengandalkan KPR sebagai pendorong utama selama Pemerintah memantapkan Program Satu juta rumah,” kata Maryono. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X