Hati-Hati, Fintech Ilegal Bisa Curi dan Salahgunakan Data

Kompas.com - 12/12/2018, 16:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat diminta untuk tidak berurusan dengan fintech peer to peer landing (P2P) yang tidak terdaftar atau ilegal. Sebab ada indikasi adanya penyalahgunaan data smartphone peminjam dana.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait terbongkarnya data-data smartphone peminjam dana ke fintech ilegal.

"Tahu kami dan memang laporannya data yang dipunyai oleh nasabah di smartphone itu disalahgunakan," ujarnya di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Namun dia mengaku, Satgas dan OJK sendiri tidak mengetahui bagaimana cara atau metode fintech ilegal ini bisa mendapatkan data dari smartphone nasabahnya.

Baca juga: Lingkaran Setan Pinjaman "Online": Pakai 40 Aplikasi untuk Tutup Utang

Tongam mengatakan, pihaknya tak ahli dalam hal persoalan tersebut. Dia menyebut, masalah pembongkaran data smartphone bisa ditanyakan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Dari beberapa kasus, para penagih dana tidak hanya menyasar nasabah fintech namun juga mengontak saudara, teman bahkan tetangga nasabah tersebut .

Padahal nasabah sendiri merasa tidak pernah memasukan kontak lain saat meminjam dana selain kontak sendiri. Hal inilah yang kerap membuat resah masyarakat yang sudah terlanjur berurusan dengan fintech ilegal.

Di tempat yang sama, Bicara OJK Sekar Putih meminta masyarakat untuk menhindari fintech ilegal. Sebab persoalan fintech ilegal tersebut di luar kewenangan OJK.

Saat ini kata dia, OJK hanya berwenang kepada 78 fintech yang legal atau memiliki izin dari OJK. Adapun di luar itu, fintech dipastikan tak memiliki izin atau ilegal.

OJK sendiri mendorong masyarakat untuk langsung melaporkan penagihan dana dengan cara-cara yang megintimidasi.

"Metode (penyalahgunaan data smartphone) itu kami. Oleh karena itu kami butuh teman-teman (media) agar masyarakat tidak bertransaksi atau menghindari itu," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.