BI Dorong Penguatan Pembiayaan Sosial Melalui Wakaf

Kompas.com - 13/12/2018, 06:30 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto ketika memberikan paparan dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Surabaya, Selasa (11/12/2018). Dokumentasi Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI).Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto ketika memberikan paparan dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Surabaya, Selasa (11/12/2018).

SURABAYA, KOMPAS.com - Industri keuangan syariah dinilai perlu untuk mengembangkan wakaf produktif. Hal ini sebagai upaya meningkatkan pembiayaan sosial atau Islamic Social Finance serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto mengatakan, instrumen-instrumen keuangan sosial Islam seperti wakaf dapat lebih diperkuat sehingga semakin berperan untuk mendukung berbagai aktivitas produktif dan redistribusi kesejahteraan kepada masyarakat kurang mampu.

"Dalam jangka panjang, instrumen ini juga diharapkan dapat mendukung pencapaian pertumbuhan Sustainable Development Goals (SDGs) seperti mengurangi kemiskinan, mengatasi kelaparan, dan meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan, serta memperkecil kesenjangan sosial," ujar Erwin ketika memberikan paparan dalam Indonesia Shari'a Economic festival di Jakarta, (12/12/2018).

Bank Indonesia turut mendorong upaya pemanfaatan wakaf secara produktif yang sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional - MUI.

Wakaf dapat menjadi instrumen pelengkap pembiayaan pembangunan, sehingga, jika pengembangannya dilakukan secara masif diharapkan dapat mempercepat pembangunan ekonomi dan memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional.

BI pun bekerjasama dengan berbagai pihak melakukan langkah pengembangan wakaf produktif melalui penyusunan dan penerbitan Waqf Core Principles (WCP) dan penerbitan Waqf- Linked Sukuk (WLS).

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X