Menkop Ajak Generasi Muda Tak Jadi PNS, Mengapa? - Kompas.com

Menkop Ajak Generasi Muda Tak Jadi PNS, Mengapa?

Kompas.com - 15/12/2018, 15:51 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UKM) Anak Agung Ngurah Puspayoga pada acara pembukaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) Expo di Denpasar, Bali, Sabtu (15/12/2018).KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UKM) Anak Agung Ngurah Puspayoga pada acara pembukaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) Expo di Denpasar, Bali, Sabtu (15/12/2018).

DENPASAR, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UKM) Anak Agung Ngurah Puspayoga mendorong generasi muda untuk tidak menjadi pegawai negeri. Sebaliknya, ia mendorong generasi muda untuk menjadi pengusaha.

Menurut Puspayoga, artian pengusaha sangat luas. Pelaku UKM, kata dia, pun merupakan seorang pengusaha.

"Sekarang ini adalah new era para pelaku usaha. Saya harapkan teman-teman dari seluruh Indonesia jangan jadi pegawai negeri lah. Dengan new era entrepreneurship, maka harus jadi pengusaha," kata Puspayoga saat memberikan sambutan pada acara Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) Expo di Denpasar, Bali, Sabtu (15/12/2018).

Baca juga: Ini 3 Pelajaran yang Ingin Diajarkan Jack Ma ke Pengusaha Muda

Menurut Puspayoga, tidak ada salahnya generasi muda memilih menjadi pegawai negeri. Akan tetapi, ia memandang menjadi pegawai negeri berarti memiliki kesempatan yang terbatas.

Sementara itu, menjadi pengusaha berarti memiliki kesempatan yang terbuka lebar. Apalagi, imbuh Puspayoga, saat ini banyak kemudahan yang diberikan pemerintah kepada pengusaha UKM.

Ia memberi contoh adalah fasilitas kredit usaha rakyat (KUR). Sebelum pemerintahan Presiden Joko Widodo, suku bunga KUR mencapai 22 persen, namun kini telah diturunkan menjadi hanya 7 persen.

Selain itu, pajak UKM juga telah diturunkan dari sebelumnya 1 persen menjadi 0,5 persen.

"Ini kesempatan yang diberikan Pak Presiden, bagaimana ekonomi kerakyatan bangkit," jelas Puspayoga.

Baca juga: Hingga November 2018, Penyaluran KUR Sudah 95,2 Persen dari Target

Tidak hanya itu, Puspayoga juga menyatakan bahwa UKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Daya tahan UKM pun telah teruji pada era krisis ekonomi tahun 1998 silam.

Kala itu, banyak pelaku bisnis yang mengalami kebangkrutan. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perbankan menyentuh angka 30 persen dan pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 13 persen.

Namun demikian, UKM berhasil menopang ekonomi Indonesia agar tidak terjerumus lebih dalam. Dengan adanya UKM, kata Puspayoga, dalam waktu 4 tahun ekonomi Indonesia kembali bangkit.

"Ekonomi kerakyatan hidup, tidak tergoda dengan krisis ekonomi," sebut dia.



Close Ads X