Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dampak Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia ke Daerah Tak Sesuai Harapan

Kompas.com - 18/12/2018, 21:45 WIB
Mutia Fauzia,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengharapkan adanya dampak ekonomi rambatan ke daerah-daerah lain karena adanya penyelenggaraan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) - Bank Dunia di Bali pada akhir Oktober lalu. Sebab, secara keseluruhan, jumlah peserta IMF-WB sebanyak 34761 peserta dari 189 negara.

Namun, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, dampak rambatan dari kegiatan tersebut tidak begitu besar ke wilayah lain. Sebab, hanya sebagian kecil peserta yang melakukan perjalanan ke luar Bali sebelum dan sudah pelaksanaan acara.

"Hal ini karena pelaksanaan kegiatan yang begitu panjang, selama enam sampai tujuh hari dan sangat intense," ujar Bambang konferensi pers dampak Pertemuan Tahunan IMF WB di Kantor Kementerian PPN/BAPPENAS, Jakarta (18/12/2018).

Berdasarkan hasil survei BAPPENAS, kebanyakan peserta pertemuan tersebut menghabiskan waktu di Bali selama 7 hari untuk peserta mancanegara, sementara untuk peserta domestik selama 6,5 hari.

Sementara itu, berhasalkan analisis yang dilakukan melalui Mobile Positioning Data, peserta yang datang dari negara dengan jarak paling jauh dari Indonesia cenderung menghabiskan waktu lebih lama.

Seperti peserta dari Italia yang cenderung menghasilkan waktu selama 9,6 hari, sementara Luksemburg selama 9,3 hari begitu pula dengan Irlandia.

Sementara peserta Jepang cenderung menghabiskan waktu di Bali hanya selama pelaksanaan acara saja, yaitu selama 6,2 hari.

Walau tak begitu besar, ada juga peserta yang melakukan kunjungan ke daerah lain. Sebanyak 29 presen responden dari survei tersebut melakukan kunjungan ke Jakarta, kemudian 12 persen ke Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur, dan sisanya ke daerah Banten, Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat.

"Nasmun, untuk kunjungan ke Jakarta bias karena kemungkinan mereka transit (di Bandara Soekarno Hatta)," jelas Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kata Menhub soal Penambahan Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Kopo

Kata Menhub soal Penambahan Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Kopo

Whats New
Ganjar Sebut IKN Tak Harus Andalkan Investor, Pengamat: Kalau Saling Menunggu, Ya Tidak Jadi Dibangun...

Ganjar Sebut IKN Tak Harus Andalkan Investor, Pengamat: Kalau Saling Menunggu, Ya Tidak Jadi Dibangun...

Whats New
Di Hadapan Pengusaha, Anies Baswedan: BUMN Tidak Boleh Mematikan Swasta...

Di Hadapan Pengusaha, Anies Baswedan: BUMN Tidak Boleh Mematikan Swasta...

Whats New
Dipicu Diskon, Penjualan Eceran Meningkat hingga November 2023

Dipicu Diskon, Penjualan Eceran Meningkat hingga November 2023

Whats New
TikTok Shop “Come Back”, Pelanggan Sudah Bisa Belanja 12.12

TikTok Shop “Come Back”, Pelanggan Sudah Bisa Belanja 12.12

Whats New
Saham GOTO Malah Anjlok Setelah TikTok Resmi Masuk Tokopedia, Ini Sebabnya Kata Analis

Saham GOTO Malah Anjlok Setelah TikTok Resmi Masuk Tokopedia, Ini Sebabnya Kata Analis

Whats New
Per November 2023, Pemerintah Kantongi Rp 16,24 Triliun dari Pajak Digital

Per November 2023, Pemerintah Kantongi Rp 16,24 Triliun dari Pajak Digital

Whats New
TikTok Shop Buka Lagi, Manajemen Surati Mantan 'Seller' untuk Kembali Berjualan

TikTok Shop Buka Lagi, Manajemen Surati Mantan "Seller" untuk Kembali Berjualan

Whats New
Wujudkan Indonesia Maju 2045, PT PII Dukung Pembangunan Infrastruktur Indonesia melalui Skema Creative Financing

Wujudkan Indonesia Maju 2045, PT PII Dukung Pembangunan Infrastruktur Indonesia melalui Skema Creative Financing

Whats New
TikTok-GoTo Resmi Berkongsi, Menkop: Jangan Jual Barang Impor Ilegal

TikTok-GoTo Resmi Berkongsi, Menkop: Jangan Jual Barang Impor Ilegal

Whats New
Cak Imin Kritik Kartu Prakerja, Manajemen: Kita Tidak Melatih Orang Menonton YouTube

Cak Imin Kritik Kartu Prakerja, Manajemen: Kita Tidak Melatih Orang Menonton YouTube

Whats New
Efisiensi Logistik lewat Teknologi Digital, Manfaat dan Tantangannya

Efisiensi Logistik lewat Teknologi Digital, Manfaat dan Tantangannya

Whats New
Budaya Kerja Positif Kunci Sukses Perusahaan

Budaya Kerja Positif Kunci Sukses Perusahaan

Whats New
Digitalisasi Berkembang Pesat, Ini Kiat untuk Menguatkan Keamanan Cloud

Digitalisasi Berkembang Pesat, Ini Kiat untuk Menguatkan Keamanan Cloud

Whats New
Tips Memilih Produk Asuransi dari OJK, Ini yang Harus Diperhatikan

Tips Memilih Produk Asuransi dari OJK, Ini yang Harus Diperhatikan

Earn Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com