Genjot Program 1 Desa 1 Perusahaan, BJB Masuki 5.312 Desa di Jabar

Kompas.com - 22/12/2018, 08:43 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melayani foto bersama dengan peserta acara launching program Desa Juara, One Village One Company di Desa Sukalaksana Kecamatan Samarang, Kamis (20/12/2018) Kompas.com/ARI MAULANA KARANGGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melayani foto bersama dengan peserta acara launching program Desa Juara, One Village One Company di Desa Sukalaksana Kecamatan Samarang, Kamis (20/12/2018)

BANDUNG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan program One Village One Company (OVOC) atau 1 Desa 1 Perusahaan.

Ridwan menjelaskan, OVOC digulirkan untuk mengatasi ketimpangan di Jabar, dengan menggali potensi desa dan sentralisasi produksi agar menciptakan nilai tambah.

"Desa-desa ini harus mandiri karena Jabar itu masalahnya ketimpangan. Karena tidak ada daya upaya, potensi, tidak ada ilmu, orang-orang desa frustasi, dan pergi pindah ke kota," ujar Ridwan, Sabtu (22/12/2018).

Dengan program satu desa satu perusahaan, masyarakat diharapkan tetap tinggal di desa, dan memiliki pekerjaan serta penghasilan yang setara dengan kota.

Untuk pasarnya, Pemprov Jabar yang akan mencarikan. Jika sudah ada, Pemprov Jabar akan mencari desa yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pasar yang telah dibuka.

"Rencana modal dasar Rp.100 juta, selanjutnya setelah perusahan bergulir, masuklah ke ekonomi yang sebenarnya, selanjutnya perusahaan desa bisa mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi," katanya.

Program ini melibatkan banyak pihak, di antaranya Bank BJB. Salah satunya dengan membuka akses keuangan atau perbankan di 5.312 desa di Jabar melalui program bjb BiSA Laku Pandai.

Nantinya, masyarakat akan mudah mengakses perbankan dari mulai tabungan hingga pembiayaan.

“Kami akan membantu mengangkat potensi peningkatan perekonomian di desa-desa,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank BJB, Agus Mulyana.

Agus menjelaskan, selama ini Bank BJB mencermati potensi perekonomian di desa-desa seperti program PESAT Bank BJB bagi desa.

"Dengan produk tersebut, kami hadir sebagai bank yang produk-produknya dapat diakses sampai dengan wilayah administratif di bawah kecamatan atau desa," tutur Agus.

Kegiatan ini akan melibatkan berbagai unsur pemerintah dan non pemerintah seperti BPD, LPM, RW, PKK, Karang Taruna, Posyandu, dan BUMDesa.

Selain itu, terdapat kelompok Seniman dan Cendikiawan, Sesepuh kampung adat di Jawa Barat, LSM, Ibeka, hingga pondok pesantren di Jawa Barat.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X