LIPI: Mobilisasi Penduduk Meningkat karena Faktor Ekonomi

Kompas.com - 26/12/2018, 16:37 WIB
Perkiraan jumlah masyarakat yang tinggal di perkotan pada tahun 2050 sebesar 70 persen dari populasi global. Perkiraan jumlah masyarakat yang tinggal di perkotan pada tahun 2050 sebesar 70 persen dari populasi global.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan, mobilisasi penduduk internal di Indonesia meningkat dan terjadi karena faktor ekonomi. Tren ini masih berlangsung hingga kini.

"Intinya bagaimana kesempatan ekonomi. Banyak faktor yang mempengaruhi mobilitas penduduk, tapi faktor ekonomi lebih dominan," kata Peneliti Senior Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Mita Noveria di Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Mita menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir mobilitas penduduk internal tidak begitu mendapat perhatian. Padahal, fenomena mobilitas penduduk kini semakin kompleks dan dinamis. Penyebabnya karena perubahan demografi serta perjalanan pembangunan di tengah globalisasi dan perubahan lingkungan. 

“Perpindahan modal dapat terlihat dari penanaman investasi, dalam dan luar negeri, yang memungkinkan terbukanya kesempatan kerja di daerah-daerah tujuan investasi. Ini menjadi faktor penarik bagi tenaga kerja dari luar daerah untuk memanfaatkan kesempatan kerja,” ujarnya.

Baca juga: Kepala Bappenas: Urbanisasi Itu Sebetulnya Positif...

Dia menuturkan, perubahan demografi terlihat dari peningkatan proporsi penduduk usia produktif dari 66,1 persen pada 2010 menjadi 67,6 persen pada 2018. Sehingga peningkatan ini harus diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang lebih luas.

Guna mendapatkan pekerjaan, penduduk pada usia produktif lebih sering berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Ini menjadi starategi utama disamping membekali diri dengan kemampuan.

"Berdasarkan data sensus penduduk 2010 menunjukan, migran risen berusia 15-34 tahun berkontribusi sebesar 63,9 persen dari seluruh migran risen di Indonesia,” sebutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.