Dirut Mandiri Prediksi BI Naikkan Suku Bunga 2 Kali Tahun Ini

Kompas.com - 02/01/2019, 13:49 WIB
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo Usai Buka Bersama di Plaza Mandiri, Jakarta, Minggu (11/6/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIRDirektur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo Usai Buka Bersama di Plaza Mandiri, Jakarta, Minggu (11/6/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) diperkirakan bakal menaikkan suku bunga acuan BI 7-day Repo Rate sebanyak dua kali pada tahun 2019 ini.

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, kenaikan suku bunga yang tak seagresif pada 2018, yaitu sebanyak dua kali lantaran bank sentral AS Federal Reserve, juga diperkirakan akan memperlambat kenaikan suku bunganya.

"Kalau The Fed melambatkan peningkatan bunganya, room BI untuk meningkatkan (suku bunga) juga mungkin 1 hingga 2 kali tahun ini," ujar Kartika di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (2/12/2019).

Baca juga: 2019, Suku Bunga Acuan BI Diprediksi Naik Jadi 6,5 Persen

Kartika menjelaskan, kenaikan suku bunga yang diperkirakan hanya dua kali tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap suku bunga perbankan. Sebab, menurut dia, dalam satu bulan terakhir kondisi likuiditas industri perbankan sudah mulai membaik.

"Impact-nya ke perbankan tidak terlalu signifikan karena likuiditas juga mulai membaik, selama satu bulan terakhir. Jadi dampaknya ke deposito mungkin tidak terlalu parah," ujar dia.

Sentimen eksternal lain yang diperkirakan bisa mendorong perbaikan likuiditas industri perbankan adalah meredanya perang dagang antara AS dan China, sehingga diharapkan bisa mendorong pertunbuhan ekonomi dunia yang sebelumnya diprediksi akan mengalami koreksi justru akan membalik di 2019.

Baca juga: Darmin: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terjaga di Tengah Perang Dagang

Selain itu, fenomena strong dollar AS diharapkan juga mereda.

"Jadi diharapkan itu bisa memberikan impact bagi penguatan rupiah di tahun 2019 ini dan juga dari sisi capital inflow (arus modal asing masuk), baik dari sisi FDI (foreign direct investment/investasi asing langsung) maupun portofolio," jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.