Perang Dagang, Nike Alihkan Sebagian Order Sepatu ke Indonesia? - Kompas.com

Perang Dagang, Nike Alihkan Sebagian Order Sepatu ke Indonesia?

Kompas.com - 08/01/2019, 16:45 WIB
Off-White x Nike Air Force 1 LowOff-White x Nike Air Force 1 Low Off-White x Nike Air Force 1 Low

JAKARTA, KOMPAS.com - Perang dagang antara Amerika Serikat dengan China tak melulu membawa dampak negatif bagi Indonesia. Demikian adalah keyakinan dari pemerintah.

Bahkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapan, salah satu perusahaan sepatu dunia akan memesan lebih banyak sepatunya dari Indonesia.

"Saya sendiri ketemu dengan Nike dan yang lain, principal yang sudah menyatakan bahwa mereka akan men-shift sebagian order ke Indonesia," ujarnya di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Baca juga: Perang Dagang, Trump Mulai Memukul AS Sendiri

Saat ini, imbuh Airlangga, rencana Nike itu sedang dibahas. Namun demikian, Airlangga belum menyampaikan seberapa besar tambahan order sepatu dari Nike tersebut.

Menurut dia, Nike memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk meningkatkan volume produksi sepatu Nike.

"Mereka sedang menyampaikan intention (minat) untuk mengisi tambahan demand, mereka akan memberikan kesempatan untuk Indonesia," kata dia.

Baca juga: Melawan Tren Perlambatan, Nike Justru Berjaya di China

Selama ini, Nike sendiri sudah mempercayakan sebagian sepatunya diproduksi di Indonesia. Caranya dengan menggandeng perusahaan di industri alas kaki di Indonesia.

Namun belum diketahui seberapa besar produksi sepatu Nike di Indonesia.

Pada Oktober 2015 lalu, Kompas.com sempat mengunjungi pabrik PT Pou Yuen Indonesia di Cianjur, Jawa Barat. Pou Yuen merupakan salah satu perusahaan Pou Chen Group yang bekerja sama dengan Nike.

Baca juga: BKPM: Investor Korsel Akan Bangun Pabrik Sepatu Senilai Rp 2,08 Triliun

Perusahaan tersebut tak hanya memiliki fasilitas produksi di Cianjur, namun juga di Tangerang dan Sukabumi.

Produksinya yaitu komponen sepatu seperti midsole, outsole, dan uppershoe. Saat ini perusahaan yang sudah ada di Indonesia pada 1992 silam ini sudah memiliki sekitar 120.000 karyawan pada 2015 lalu.



Close Ads X