Imbas Tsunami Selat Sunda, 248 Gardu Listrik PLN Rusak

Kompas.com - 08/01/2019, 17:50 WIB
Warga berjalan di sisa-sisa bangunan yang rusak diterjang tsunami Selat Sunda di Sumur, Pandeglang, Banten, Kamis (3/1/2019). BNPB menyatakan tim evakuasi telah memakamkan 429 jenazah dari 437 korban tewas akibat tsunami Selat Sunda hingga Rabu, 2 Januari 2018 pukul 13.30 WIB. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc. SIGID KURNIAWANWarga berjalan di sisa-sisa bangunan yang rusak diterjang tsunami Selat Sunda di Sumur, Pandeglang, Banten, Kamis (3/1/2019). BNPB menyatakan tim evakuasi telah memakamkan 429 jenazah dari 437 korban tewas akibat tsunami Selat Sunda hingga Rabu, 2 Januari 2018 pukul 13.30 WIB. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 248 gardu listrik induk milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) rusak akibat terjangan tsunami Selat Sunda yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya beberapa waktu lalu.

"Jumlah gardu induk yang rusak akibat tsunami di Banten ada 248 dan dua travo rusak," ujar Ketua Posko Natal dan Tahun Baru PLN, Adi Purwanto di kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Adi menambahkan, pasca kejadian, pihaknya langsung melakukan perbaikan terhadap fasilitas tersebut. Saat ini, aliran listrik di Banten telah kembali pulih.

"Kita bisa tangani dalam empat hari. Kita libatkan 199 orang dari beberapa unit PLN untuk mengatasi gangguan di Banten," kata Adi.

Baca juga: PLN Kebut Perbaikan Infrastruktur Listrik Terdampak Tsunami Selat Sunda

Namun demikian, Adi belum bisa merinci total kerugian perusahaannya akibat bencana tsunami tersebut.

Sebelumnya, tsunami didapati melanda pantai di sekitar Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) malam. Tsunami tersebut dipicu oleh longsoran bawah laut dan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dari data sementara, BNPB hingga Jumat (28/12/2018) pukul 13.00 WIB, sebanyak 426 orang meninggal dunia karena kejadian ini. Sementara kerugian ekonomi masih dalam pendataan.

Selain korban meninggal, tercatat 7.202 orang luka-luka dan 23 orang lainnya hilang. BNPB juga mencatat, ada 40.386 orang yang mengungsi di sejumlah daerah.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X