Cerita Soal Akuisisi Freeport, Jonan Sebut Tidak Ada Trik Khusus

Kompas.com - 20/01/2019, 16:28 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan saat melakukan kunjungan kerja di Pertamina Refenery Unit III Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (17/1/2019).
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Menteri ESDM Ignasius Jonan saat melakukan kunjungan kerja di Pertamina Refenery Unit III Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (17/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bercerita tentang proses akuisisi Freeport McMoran yang kini 51 persen sahamnya sudah dimiliki oleh Indonesia. Dia mengaku tak ada trik khusus dalam proses negosiasi akuisisi yang berjalan cukup alot.

Jonan mengatakan, saat dirinya ditugaskan Presiden Joko Widodo untuk melakukan negosiasi, menurutnya Jokowi tidak memiliki agenda apapun.

Jokowi pun mengerahkan seluruh proses negosiasi kepada tim yang terdiri atas Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) Rini Soemarno dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

"Saat dipanggil oleh Presiden Pak Jokowi pertama kali, Pak Jokowi tidak punya agenda apa-apa. Ini penting sekali. Waktu saya mulai ditugaskan saya tanya, 'Pak ini kalau CEO Freeport ngomong ke Bapak bagaimana?', Pak Jokowi bilang 'Udahlah menteri aja yang nanganin, nanti kalau sudah selesai baru ke saya'," cerita Jonan ketika di acara Millenial Summit 2019 di Jakarta, Sabtu (19/1/2019).

"Ini yang dituntut bukan hanya saya tapi ada Menteri BUMN dan Keuangan yang menjelaskan sungguh-sungguh jadi gak ada pikiran nanti kita ngapain dan sebagainya, nggak agenda lain,ini sebenernya malah tidak ada trik sama sekali gitu," lanjut dia.

Proses akuisisi, menurut Jonan sudah dilakukan sejak masa pemerintahan sebelumnya. Dia mengaku dalam 32 tahun masa dirinya menjalankan karir tidak pernah melakukan negosiasi yang sedetil proses akuisis Freeport.

"Saya gak pernah selama saya 32 tahun berkarir itu menemui negosiasi yang amat detail sekali," jelas dia.

Saking alotnya proses negosiasi, bahkan CEO Freeport Richard Adkerson selama dua tahun melakukan perjalanan Indonesia-Amerika selama lebih dari 12 kali.

"Padahal usianya 70 tahun lebih, hampir 1,5 bulan sekali ke sini," ujar dia.




Close Ads X