LPEI Kucurkan Pembiayaan untuk Ekspor Kereta INKA ke Banglades

Kompas.com - 21/01/2019, 13:16 WIB
Pengiriman gerbong kereta api produksi PT INKA ke Bangladesh melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Minggu (20/1/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALPengiriman gerbong kereta api produksi PT INKA ke Bangladesh melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Minggu (20/1/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memberikan pembiayaan sebesar Rp 775,6 miliar kepada PT INKA (Persero) untuk pembiayaan ekspor kereta ke Banglades. Pembiayaan dikucurkan dengan skema National Interest Account (NIA) atau Penugasan Khusus Ekspor.

Pembiayaan tersebut digunakan untuk produksi 50 kereta penumpang tipe BG (Broad Gauge) dan 200 Kereta Penumpang tipe MG (Meter Gauge) yang dipesan oleh Bangladesh Railway.

LPEI diberikan mandat oleh pemerintah untuk penyediaan pembiayaan, penjaminan dan asuransi ekspor dalam mendukung program ekspor nasional.

Perwujudan pelaksanaan mandat tersebut salah satunya adalah penguatan Pembiayaan Ekspor melalui skema NIA yang diberikan untuk menyediakan pembiayaan ekspor atas transaksi yang secara komersil sulit dilaksanakan, tetapi dianggap perlu oleh pemerintah.

Baca juga: Lagi, PT INKA Kirim 250 Gerbong Kereta Ke Bangladesh

“Pembiayaan ekspor ini termasuk dalam bentuk Buyer’s Credit, Penjaminan dan/atau Asuransi,” ujar Direktur Utama LPEI Sinthya Roesly dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Pengiriman tahap pertama sebanyak 15 kereta penumpang tipe BG ke Banglades ini merupakan progress nyata atas penggunaan modal kerja ekspor untuk mendukung INKA melakukan ekspansi bisnis ke pasar internasional khususnya pasar prospektif. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, akan dilakukan pengiriman atau shipment secara bertahap sehingga terpenuhinya pesanan Bangladesh Railways pada tahun 2020.

Baca juga: INKA Targetkan Produksi 4 Kereta Per Hari di Pabrik Banyuwangi

Sebelumnya  pada tahun 2016 LPEI juga telah memberikan pembiayaan dengan skema NIA kepada INKA untuk melakukan produksi 150 kereta dengan nilai kontrak 72,39 juta dollar AS.

Ekspor kereta penumpang ke negara Banglades memiliki nilai strategis bagi INKA dan industri strategis Indonesia. DiharapKAN keberhasilan INKA menjual produknya ke Banglades membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia lainnya untuk turut bersaing memasuki pasar prospektif di kawasan Asia dan Afrika.




25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

Rilis
Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Work Smart
Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

Rilis
Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Whats New
Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Whats New
OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

Whats New
Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Whats New
Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel 'Loki'

[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel "Loki"

Rilis
Apa Itu Liabilitas: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Akuntansi

Apa Itu Liabilitas: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Akuntansi

Whats New
Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya

Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya

Whats New
Kemenperin Sediakan 500 Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19

Kemenperin Sediakan 500 Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19

Rilis
Gandeng Kadin, GoTo Bangun Rumah Oksigen Gotong Royong

Gandeng Kadin, GoTo Bangun Rumah Oksigen Gotong Royong

Rilis
Mendes Minta Pemda Cairkan BLT Dana Desa Langsung Tiga Bulan

Mendes Minta Pemda Cairkan BLT Dana Desa Langsung Tiga Bulan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X