Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 820,1 Triliun Sepanjang 2018

Kompas.com - 28/01/2019, 19:28 WIB
Jajaran Direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ketika memberikan paparan kinerja tahun 2018 di Jakarta, Senin (28/1/2019). Kompas.com/Mutia FauziaJajaran Direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ketika memberikan paparan kinerja tahun 2018 di Jakarta, Senin (28/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 12,4 persen menjadi Rp 820,1 triliun hingga akhir 2018.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, dari capaian tersebut pembiayaan di sektor produktif mencapai Rp 558,7 triliun atau mencapai Rp 77,71 triliun. Kinerja tersebut berdampak pada kenaikan nilai aset konsolidasi perseroan menjadi Rp 1.202,3 triliun pada akhir tahun lalu.

"Pada tahun lalu, Bank Mandiri telah melakukan fungsi intermediasi dengan baik dengan total penyaluran kredit sebesar Rp 820,1 triliun, naik 12,4 persen dari tahun sebelumnya," ujar Panji ketika memberikan paparan kinerja Bank Mandiri tahun 2018 di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Baca juga: Sepanjang 2018, Bank Mandiri Catat Laba Rp 25 Triliun

Peningkatan kredit produktif tercermin dari penyaluran kredit modal kerja (bank only) yang tumbuh 9,58 persen (yoy) menjadi Rp 334,12 triliun dan kredit investasi yang mencapai Rp 224,6 triliun, naik 11,69 persen (yoy).

Dari penyaluran kredit tersebut, rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) tercatat menurun signfikan dari 3,46 persen di 2017 menjadi 2,75 persen di 2018.

"Sehingga memangkas alokasi biaya pencadangan perseroan menjadi Rp 14,2 triliun dari Rp 15,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya," jelas Panji.

Baca juga: Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan Kredit Tanpa Agunan 30 Persen Tahun Depan

Di samping itu, biaya operasional juga dapat ditekan sehingga rasio pengeluaran terhadap pendapatan perseroan turun dari 45,6 persen menjadi 44,41 persen.

Adapun pertumbuhan kredit terutama didorong oleh dua segmen utama, yakni corporate dan retail, terutama kredit mikro dan konsumer. Pada 2018, pembiayaan segmen korporasi mencapai Rp 325,8 triliun, naik 23,3 persen yoy.

Khusus ke sektor infrastruktur, Bank Mandiri membukukan kenaikan pembiayaan (baki debet) yang signifikan sebesar 29,3 persen secara yoy menjadi Rp 182,3 triliun, atau 63,9 persen dari total komitmen Rp285,4 triliun yang telah diberikan.

"Dari realisasi itu, penyaluran sektor transportasi tercatat sebesar Rp 39,5 triliun, migas dan energi terbarukan Rp 36,6 triliun, tenaga listrik Rp 34,0 triliun, konstruksi Rp 20,9 triliun, jalan Rp 15,9 triliun, telematika Rp 14,7 triliun, perumahan rakyat dan fasilitas kota Rp 10,0 triliun, dan infrastruktur lainnya sebesar Rp 10,8 triliun," ujar Panji.

Sementara itu, kredit segmen retail perseroan tumbuh 10,52 persen (yoy) menjadi Rp 246,6 triliun. Khusus segmen mikro, perseroan telah memberikan kredit senilai Rp 102,4 triliun, tumbuh 23 persen dari tahun sebelumnya. Adapun kredit konsumer yang disalurkan Bank Mandiri pada tahun lalu mencapai Rp 87,4 triliun, atau tumbuh 11,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X