Pengusaha Logistik Keluhkan Mahalnya Tarif Tol Trans Jawa dan Kargo Pesawat

Kompas.com - 06/02/2019, 15:02 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomiam Darmin Nasution (tengah) bersama dengan pimpiman pelaku usaha logistik di Jakarta, Rabu (6/2/2019). Kompas.com/Mutia FauziaMenteri Koordinator Bidang Perekonomiam Darmin Nasution (tengah) bersama dengan pimpiman pelaku usaha logistik di Jakarta, Rabu (6/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha logistik mengeluhkan mahalnya harga tarif Tol Trans Jawa hingga kargo pesawat.

Tingginya tarif tol menjadi salah satu permasalahan yang harus dihadapi oleh para pengusaha logistik. Pengusaha harus mengeluarkan ongkos yang lebih besar untuk menunjang usahanya.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi mengatakan, banyak maskapai telah menaikkan tarif kargo udara berkali-kali lipat. Bahkan, maskapai Garuda Indonesia telah menaikkan tarif kargo sebanyak enam kali terhitung sejak Juni 2016 lalu hingga 300 persen.

"Persentase kenaikan total mencapai lebih dari 300 persen. Makanya tinggi sekali. Kenaikan itu terjadi pertama sejak Juni 2018," ujar Feriadi di Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Baca juga: Tarif Surat Muatan Udara Naik, Asosiasi Jasa Pengiriman Surati Jokowi

Sementara, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Nofrisel mengatakan, penerapan tarif di sepanjang Tol Trans Jawa berpengaruh signifikan terhadap struktur pengeluaran perusahaan truk.

Dibandingkan melalui jalur tol, para pengusaha truk pun lebih memilih untuk lewat jalur Pantura.

"Jadi kita berharap bisa dipertimbangkan untuk tarif tol, di-adjust, ditinjau kembali. Sementara yang dilakkan teman-teman Aptrindo ya sebagian tidak lewat jalan tol. Mereka memilih jalur Pantura biasa," ujar Nofrisel.

Baca juga: Tarif Kargo Udara Naik, Apa Alasan Maskapai?

Para pengusaha pun mengeluhkan mahalnya tarif tersebut kepada Menterepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Pasalnya, pemerintah tengah berupaya meningkatkan kinerja logistik dalam negeri untuk mendorong ekspor.

Adapun Wakil Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto mengatakan, tak hanya soal tarif tol dan kargo pesawat ada permalahan lain yang dikeluhkan oleh para pengusaha, yaitu banyaknya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga menciptakan jasa logistik.

"Banyak BUMN yang menciptakan jasa logistik yang bersaingan dengan industri swasta," terang Mahendra.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X