Benarkah Go-Jek Sudah Dikuasai Asing?

Kompas.com - 07/02/2019, 08:02 WIB
CEO Go-Jek, Nadiem Makarim berswafoto dengan beberapa mitra gojek yang hadir dalam gelaran Pasar Malam Mitra Gojek KOMPAS.com/Gito Yudha PratomoCEO Go-Jek, Nadiem Makarim berswafoto dengan beberapa mitra gojek yang hadir dalam gelaran Pasar Malam Mitra Gojek

Head of Equity Capital Market Samuel International Harry Su menilai, belum ada skema dual class di Indonesia. "Tapi, kalau golden share ada," ujar dia kepada Kontan.co.id belum lama ini.

Golden share adalah saham yang bisa mengalahkan semua saham lainnya. Ini mencegah adanya hak suara yang terlalu kuat dari investor dengan porsi kepemilikan besar.

Kalau di BUMN, istilahnya saham dwiwarna. Saham ini hanya selembar dan dimiliki oleh negara. Dengan saham tersebut, pemerintah memiliki hak veto yang besar terhadap pengendalian dan rencana bisnis, bahkan aksi korporasi besar perusahaan.

Pendiri Alibaba Group, Jack Ma, kini juga hanya memiliki 5,6 persen saham raksasa e-commerce dunia tersebut. "Jika ingin terus berlari untuk jangka panjang, harus dengan banyak orang,", tutur Ma. (Dityasa H Forddanta)

 

Berita ini tekah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Benarkah Go-Jek sudah dikuasai asing?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X