Kompas.com - 07/02/2019, 22:11 WIB
Diskusi yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef) di Jakarta, Kamis (7/2/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMADiskusi yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef) di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meyakini tahun politik di 2019 tidak akan mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Bahkan, BKPM yakin investasi Indonesia justru akan naik saat tahun politik ini.

"Kalau dari sisi prospek (investasi) 2019, kami optimistis ini akan terlihat naik," ujar Direktur Wilayah I BKPM Agus Joko Saptono dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Agus menambahkan, situasi politik tahun ini berbeda dari 2014 lalu. Hal tersebut tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 yang mencapai 5,17 persen.

"Saya lihat situasi poltik tidak sekontras yang 2014, ini lebih smooth dan saya lihat ini ada bagian setelah kedua calon bertemu dan sampaikan program-programnya, kemudian saya lihat ini naik, yang kita harap ini akan jadi hal yang positif," kata Agus.

Baca juga: INDEF Nilai OSS Justru Hambat Investasi Asing

Agus pun mengaku pihaknya telah menyiapkan beberapa strategi untuk menggenjot investasi di Indonesia. Salah satunya dengan melakukan perbaikan pada sistem Online Single Submission (OSS).

"Tentu kami dapat tambahan dana Rp 100 miliar untuk digunakan kepentingan melengkapi sistem ini (OSS) lebih baik dan bisa digunakan pengusaha," ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong optimistis iklim investasi di 2019 kembali membaik setelah jatuh di 2018.

Thomas mengatakan, pertumbuhan investasi sepanjang 2018 hanya sekitar 4 persen, melambat dibandingkan capaian 2017 di atas 10 persen.

Menurut dia pelambatan itu karena tekanan eksternal seperti perang dagang hingga kenaikan suku bunga yang mempengaruhi nili tukar rupiah. Hal ini membuat investor kurang nyaman dan cenderung wait and see untuk berinvestasi di Indonesia.

"Kita sudah bisa mulai melihat tanda-tanda rebound. Sudah mulai kelihatan dari dialog-dialog kami dengan investor besar, kayaknya investor besar sudah semakin nyaman bahwa badai sudah berlalu, sudah lewat," ujar Thomas di kantor BKPM, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.