Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen Jokowi Tak Tercapai, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 08/02/2019, 21:30 WIB
Rektor Unika Atma Jaya sekaligus pengamat ekonomi Agustinus Prasetyantoko KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERARektor Unika Atma Jaya sekaligus pengamat ekonomi Agustinus Prasetyantoko

JAKARTA, KOMPAS.com – Janji Presiden Joko Widodo membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia 7 persen belum juga tercapai.

Dari 2015 hingga 2018, ekonomi hanya mampu tumbuh berturut-turut 4,88 persen, 5,03 persen, 5,07 persen dan yang tertinggi sebesar 5,17 persen pada 2018.

Menurut ekonom A. Prasetyantoko, tak tercapainya target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen disebabkan faktor ekonomi global.

“Kalau ada pertanyaan kenapa ekonomi Indonesia tidak sepetri yang dijanjikan dalam kampanye Presiden Jokowi 7 persen? Jawabanya jelas sekali bahwa situasi global sedang mengerut,”ujarnya di Jakarta, Jumat (7/2/2019).

“Jadi bagaimana mungkin saat situasi global sedang tumbuh melambat ekonomi kita terakselerasi secara signifikan menjadi 7 persen itu sangat tidak masuk akal,” sambungnya.

Di tengah situasi ekonomi global saat ini kata dia, tak ada yang bisa memperkirakan apa yang terjadi. Bahkan lembaga keuangan sekaliber IMF dan Bank Dunia saja sampai harus merevisi proyeksinya.

Misalnya saja keputusun bank sentral Amerika Serikat yang menaikan suku bunga berkali-kali. Hal ini membuat adanya tekanan likuiditas dan mata uang.

Di sisi lain, dua negara besar yakni Amerika Serikat dan China terlibat perang dagang atau trade war. Hal ini turut berimbas kepada negara-negara mitra dagang kedua negara.

Oleh karena itu kata dia, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen pada 2018 lalu patut untuk disyukuri mengingat situasi ekonomi global yang melemah.

“Ini yang membuat ekonomi Indonesia tidak bisa tumbuh maksimal seperti yang dijanjikan waktu itu oleh Jokowi,” kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X