Pelni Gratiskan Biaya Bagasi hingga 50 Kilogram

Kompas.com - 13/02/2019, 18:21 WIB
Sekitar 5.000 pemudik yang menggunakan  Kapal Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mulai memadati Pelabuhan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Senin (11/6/2018).  Ribuan penumpang ini baru saja turun dari dua kapal Pelni yakni Kapal Motor (KM) Tidar dan KM Sinabung dari wilayah timur Indonesia. KOMPAS.COM/DEFRIATNO NEKE Sekitar 5.000 pemudik yang menggunakan Kapal Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mulai memadati Pelabuhan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Senin (11/6/2018). Ribuan penumpang ini baru saja turun dari dua kapal Pelni yakni Kapal Motor (KM) Tidar dan KM Sinabung dari wilayah timur Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) memberikan pelayanan kepada penumpangnya berupa bagasi cuma-cuma hingga 50 kilogram per penumpang ke seluruh rute pelayaran.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Ridwan Mandaliko mengatakan, barang bawaan penumpang yang dibebaskan dari biaya, berupa  barang jinjingan, dapat  diangkat dengan 1 tangan oleh penumpang bertiket dan tidak membutuhkan bantuan orang lain, tidak boleh diseret atau dipikul saat embarkasi atau naik ke kapal.

Pihaknya mengatur volume bagasi bebas bea dengan ukuran maksimal  0,175 meter kubik atau 30 cm x 30 cm x 30 cm atau setara satu koper/koli dengan  berat maksimal 50 kg.

Baca juga: Kemenhub Akan Atur Tarif Bagasi Berbayar

Setiap barang bawaan yang melebihi ketentuan bagasi bebas sebagaimana ketentuan di atas disebut sebagai over bagasi dan dikenakan tarif over bagasi.

“Bila bagasi melebihi 50 kg atau setara dengan 0,3 meter kubik atau ukuran 2 koli/koper akan dikenakan tarif over bagasi," ujar Ridwan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/2/2019).

Ridwan menambahkan, ketentuan ini diharapkan dapat dipatuhi para penumpang agar ketertiban, keamananan, dan kelancaran penerapan barang bagasi dapat berjalan sesuai ketentuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Penumpang Turun, PT Pelni Lakukan Transformasi Bisnis

Pasalnya, beberapa penumpang kerap melanggar ketentuan baik berat  maupun volume bagasi.

“Bagi yang membawa bagasi melebihi berat atau volume, Pelni menerapkan tarif over bagasi, tujuannya agar tertib, aman, dan selamat,” kata Ridwan.

Ketentuan bea over bagasi sudah diterapkan di kapal Pelni sejak tanggal 15 Januari 2016, sudah berjalan 3 tahun.  Ketentuan over bagasi juga sudah berlaku umum di seluruh angkutan atau tarnsportasi umum.

Baca juga: Sepanjang 2018, Pelni Angkut 3,6 Juta Penumpang

Ketentuan over bagsi tidak hanya berlaku di Pelni, namun juga di dunia penerbangan dan kereta api.

“Pelni tetap memberikan free bagasi hingga 50 kg. Namun bila melanggar, Pelni memberikan solusi dengan tarif over bagasi. Hal ini semata untuk menegakkan  dan menertibkan  angkutan,” ucap dia.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X