Jokowi: Mafia Minyak Petral Kita Bubarkan, 51 Persen Saham Freeport Kita Rebut...

Kompas.com - 18/02/2019, 07:35 WIB
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) menyampaikan pendapatnya saat mengikuti debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Debat yang diikuti Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto itu mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) menyampaikan pendapatnya saat mengikuti debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Debat yang diikuti Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto itu mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengaku tidak ada ia takuti untuk memperjuangan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Hal itu ia sampaikan dalam sesi terakhir Debat Capres kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/1/2019).

"Saya akan pergunakan seluruh tenaga yang saya miliki, kewenangan yang saya miliki untuk memperbaiki negara ini," ujarnya.

"Tidak ada yang saya takuti untuk kepentingan nasional, untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan bangsa, untuk kepentingan negara, tidak ada yang saya takuti, kecuali Allah SWT," sambungnya.

Baca juga: Prabowo Pertanyakan Alasan Jokowi yang Terus Impor Pangan

Menurut Jokowi, memimpin Indonesia bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan ketegasan dan keberanian dalam membuat suatu kebijakan-kebijakan.

Di sesi akhir itu pula, Jokowi pun menyebutkan bahwa pemerintahannya selama 4 tahun sudah melakukan berbagai kebijakan tersebut di sektor Migas, termasuk membubarkan perusahaan yang disebut mafia migas.

"Mafia migas Petral telah kita bubarkan, Blok minyak Rokan telah kita kelola, Blok minyak Mahakam telah kita kelola, Freeport 51 persen mayoritas telah kita ambil. Kita ingin negara ini semakin baik," kata dia.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X